Murni mengatakan banjir mulai merendam permukiman sejak Kamis, 22 Januari 2026 sore, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Baca Juga: Pramono Sebut Kiriman Air Tangerang-Tangsel Picu Banjir Jakarta Barat
"Hari Kamis saya masih tidur di rumah, kondisinya tapi memang udah banjir. Nah pas Jumat pagi ternyata air malah makin tinggi jadi terpaksa ke sini buat ngungsi," ucap dia.
Di lokasi pengungsian, ratusan warga RW 01 Rawa Buaya tidur beralaskan tikar masjid. Murni mengaku hanya membawa perlengkapan penting saat mengungsi.
"Kalau saya bawa sarung sendiri, terus peralatan bayi semua dibawa, biar kalau malam enggak kedinginan," ucap dia.
Ia menyebut selimut dan obat-obatan menjadi kebutuhan mendesak warga pengungsi.
"Yang dibutuhkan ya itu, selimut, obat-obatan. Kalau makanan siap saji mah ada ya di sini, kebutuhan buat ibu-ibu lah yang belum ada. Sama buat bersih-bersih rumah, karbol," tambah Murni.
Menurutnya, perlengkapan tersebut penting untuk mencegah warga terserang penyakit akibat udara dingin di malam hari.
"Selimut kalau buat tidur, kalau malam kan dingin banget. Kalau saya bawa sarung dari rumah," tuturnya.
Pengungsi lainnya, Muriani, 52 tahun, mengaku sudah dua malam bermalam di masjid sejak mengungsi pada Kamis, 22 Januari 2026.
"Airnya kalau di jalan udah sepinggang, terus masuk rumah sampai sepaha saya," kata Muriani.
Ia mengatakan warga sempat bertahan di rumah dengan menaikkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.
