Rumpun Bambu Longsor, Jalan Kolonel Masturi Lembang Lumpuh Total

Sabtu 24 Jan 2026, 17:36 WIB
Petugas mengevakuasi pohon bambu yang tumbang akibat bencana longsor, di kawasan Jalan Kolonel Masturi, Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Petugas mengevakuasi pohon bambu yang tumbang akibat bencana longsor, di kawasan Jalan Kolonel Masturi, Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Akses Jalan Kolonel Masturi, tepatnya di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tertutup total akibat longsoran rumpun bambu, Sabtu 24 Januari 2026.

Peristiwa longsor ini mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh dan kendaraan tak bisa melintas. Longsoran terjadi di dua titik berbeda.

Kejadian dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Lembang dalam beberapa hari terakhir.

Proses evakuasi material bambu hingga kini masih berlangsung. Petugas gabungan dari BPBD, aparat kecamatan, relawan, serta warga setempat diterjunkan ke lokasi dengan bantuan alat berat.

Baca Juga: Longsor Pasirlangu Telan Ratusan Korban, KBB Tetapkan Darurat Bencana

"Kejadian pertama terjadi tadi malam, lalu disusul longsor kedua pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB," kata Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Lembang, Ided Junaedi, di lokasi kejadian.

Akibat longsoran tersebut, Jalan Kolonel Masturi tidak bisa dilalui kendaraan. Petugas terpaksa mengalihkan arus lalu lintas melalui jalur alternatif Pojok Desa Cikahuripan dan Gombong, Desa Cihideung.

Selain pembersihan, petugas juga melakukan pemangkasan bambu dan material rawan longsor untuk mencegah kejadian susulan. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah.

Ided memperkirakan jalan dapat kembali dibuka pada siang hari setelah seluruh material bambu berhasil dievakuasi.

"Mudah-mudahan secepatnya bisa dilalui kembali warga karena jalur ini sangat vital," ujarnya.

Diketahui, longsor di kawasan tersebut kerap terjadi saat musim hujan akibat kontur tebing yang curam. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.


Berita Terkait


News Update