JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portable untuk mempercepat penanganan banjir.
Selain itu, dikerahkan alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Empat unit pompa perbantuan juga didatangkan dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik.
“Kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan banjir segera surut,” kata Pramono kepada wartawan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Baca Juga: Pramono Sebut Kiriman Air Tangerang-Tangsel Picu Banjir Jakarta Barat
Pramono menyebut penyumbatan sampah di sungai mengalami penurunan signifikan. Namun, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di sejumlah titik.
“Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui, dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pramono memerintahkan normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama.
Sementara penanganan jangka pendek dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembersihan saluran air, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Banjir Jakarta: 13 Titik Pengungsian Disiapkan, 78 RT dan 7 Ruas Jalan Masih Tergenang
“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” kata Pramono.
