Cara Bijak Menggunakan Paylater agar Keuangan Tetap Sehat

Sabtu 24 Jan 2026, 15:15 WIB
Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

POSKOTA.CO.ID - Kemudahan transaksi digital membuat layanan keuangan berbasis cicilan semakin akrab di tengah masyarakat. Salah satu yang paling populer adalah fitur paylater, yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya di kemudian hari.

Tren Buy Now Pay Later (BNPL) ini banyak diminati, terutama oleh generasi muda dan pekerja produktif. Dengan proses yang cepat tanpa uang tunai, paylater dianggap sebagai solusi praktis untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari belanja online hingga perjalanan dan hiburan.

Namun di balik kemudahannya, paylater menyimpan risiko yang tidak kecil. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, fasilitas ini justru dapat berubah menjadi beban finansial jangka panjang dan menjerat pengguna dalam masalah utang berkepanjangan.

Berikut adalah, cara bijak menggunakan paylater agar Anda tidak terjebak akan penumpukan utang. Pentingnya untuk memahami perencanaan keuangan dengan matang.

Baca Juga: Tips Bijak Menggunakan Paylater Biar Tak Terjebak Utang

Risiko Paylater dan Penumpukan Utang

Saat ini, fitur paylater hampir tersedia di seluruh platform digital. Kemudahan akses, ditambah promo dan diskon beruntun, kerap membuat keputusan berutang terasa ringan. Banyak orang menggunakan paylater tanpa benar-benar menghitung kemampuan membayar cicilan di kemudian hari.

Penggunaan paylater harus dibarengi pemahaman yang kuat tentang utang, kemampuan finansial, serta risiko yang mungkin muncul. Ia menegaskan bahwa kunci utama berutang secara sehat adalah memahami jenis utang yang diambil.

Utang Produktif dan Utang Konsumtif

Secara umum, utang terbagi menjadi dua jenis, yakni utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang digunakan untuk menghasilkan pemasukan atau membuka peluang pendapatan baru. Sementara itu, utang konsumtif hanya bertujuan memenuhi keinginan sesaat tanpa memberikan tambahan penghasilan.

Sebagai contoh, membeli ponsel dengan cicilan dapat dikategorikan sebagai utang produktif jika perangkat tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan, seperti videografer, konten kreator, atau editor.

Jika dari penggunaan ponsel tersebut seseorang memperoleh penghasilan Rp5 juta per bulan, sementara cicilan hanya Rp3 juta, maka masih terdapat selisih yang menguntungkan secara finansial.

Kapan Utang Masih Diperbolehkan?

Tidak ada perencana keuangan yang sepenuhnya melarang seseorang untuk berutang. Utang masih diperbolehkan selama memenuhi dua syarat utama, yaitu bersifat produktif dan digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.


Berita Terkait


News Update