POSKOTA.CO.ID - Ketegangan geopolitik internasional di kawasan Arktik kembali memanas pada awal 2026, seiring dengan pengiriman pasukan dari beberapa negara Eropa ke Greenland dan meningkatnya rhetoric intens dari Amerika Serikat terkait masa depan pulau besar tersebut.
Peristiwa ini menimbulkan spekulasi tentang masa depan hubungan antara aliansi transatlantik dan keamanan kawasan Arktik.
Greenland adalah wilayah otonom terbesar di dunia yang secara politik berada di bawah Kerajaan Denmark. Secara strategis, pulau ini penting karena letaknya di tengah jalur arktik, potensi sumber daya alamnya, serta basis-basis militer NATO termasuk fasilitas NORAD yang mendukung pengawasan ruang udara Arktik.
Krisis ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengungkapkan pandangan bahwa Greenland adalah aset strategis penting dan menolak kekhawatiran negara lain mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan untuk memperoleh pengaruh atau kontrol.
Baca Juga: Tiga Orang Penambang Ilegal di Area Tambang PT Antam Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian
Pengiriman Pasukan Eropa ke Greenland
Melansir dari channel Youtube @Bossman Mardigu, dalam beberapa pekan terakhir, Denmark sebagai negara bertanggung jawab atas pertahanan Greenland telah mengerahkan ratusan tentara ke wilayah tersebut sebagai bagian dari latihan militer bertajuk Operation Arctic Endurance. Pasukan ini terdiri dari unit-unit Denmark yang diperkuat oleh kontribusi militer dari negara-negara NATO Eropa seperti Prancis, Jerman, Swedia, dan Norwegia.
Mayor Jenderal Denmark, Peter Harling Boysen, menyatakan bahwa “keamanan Arktik adalah prioritas utama dan kami siap mempertahankan wilayah ini” dalam konteks latihan keamanan yang sedang berlangsung.
Latihan tersebut difokuskan pada penguatan posisi pertahanan, pengintaian bersama, serta kemampuan logistik untuk menghadapi ancaman potensial di daerah Arktik. Namun, pasukan yang dikerahkan bersifat simbolik dan kecil jika dibandingkan dengan kekuatan militer utama tujuannya lebih ke arah deterrence daripada persiapan perang besar.
Respons Amerika dan Dampaknya pada NATO
Pernyataan AS yang tidak menutup kemungkinan penggunaan langkah militer untuk mendapatkan Greenland telah menimbulkan gelombang reaksi di Eropa. Presiden Trump dilaporkan mengatakan bahwa isu Greenland merupakan bagian dari strategi keamanan nasional AS, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Hal ini memicu ketegangan dalam kerangka NATO, aliansi militer yang selama ini menjadi simbol kerja sama transatlantik. Bahkan, menurut laporan, beberapa sekutu NATO Eropa hingga menahan informasi intelijen dari AS karena kekhawatiran terhadap kemungkinan penggunaan data tersebut dalam skenario agresi terhadap Greenland.
Dalam arah yang sama, sejumlah pejabat Eropa mengecam ancaman tarif dan retorika yang dinilai dapat merusak hubungan bilateral serta stabilitas aliansi. Komisi Eropa menyatakan sedang mempersiapkan paket keamanan di kawasan Arktik sebagai respons terhadap dinamika terbaru.
