Purbaya Bertemu Juda Agung, Kursi Wamenkeu Segera Berganti? Ini Sinyal yang Menguat

Selasa 20 Jan 2026, 15:19 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung, menjadi sorotan usai diketahui melakukan pertemuan pada Selasa siang, 20 Januari 2026. (Sumber: Dok.Kementrian Keuangan)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung, menjadi sorotan usai diketahui melakukan pertemuan pada Selasa siang, 20 Januari 2026. (Sumber: Dok.Kementrian Keuangan)

POSKOTA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung, menjadi sorotan usai melakukan pertemuan pada Selasa siang, 20 Januari 2026.

Agenda yang berlangsung di lingkungan Kementerian Keuangan tersebut langsung memicu spekulasi, terutama terkait dinamika posisi strategis di pemerintahan, khususnya kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Isu pergantian pejabat di sektor ekonomi kian menguat seiring mundurnya Juda Agung dari jabatannya di Bank Indonesia dan proses uji kelayakan calon pengganti yang sudah berjalan di DPR.

Pertemuan ini pun dinilai sebagai salah satu sinyal penting dalam peta kekuasaan ekonomi nasional jelang pergantian bulan.

Menanggapi agenda pertemuan tersebut, Purbaya menegaskan, pembahasan yang dilakukan bersifat umum dan berfokus pada isu ekonomi.

Dia menyebut banyak menggali pandangan Juda Agung terkait perkembangan ekonomi terkini, baik di tingkat nasional maupun global.

"Ya diskusi ekonomi saja, kondisi ekonomi seperti apa, pandangan dia apa," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Spekulasi Kursi Wamenkeu Menguat

Ketika ditanya lebih jauh mengenai kemungkinan kerja sama dengan Juda Agung sebagai wakil menteri keuangan, Purbaya memilih berhati-hati.

Pihaknya menekankan, keputusan terkait pengangkatan pejabat sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi ya saya enggak tahu (cocok atau tidaknya), tergantung presiden. Tapi kalau dari pengetahuan ekonomi dia cukup lah," tegas Purbaya.


Berita Terkait


News Update