Dolar Nyaris Sentuh Rp17.000: Menkeu Purbaya Yakini Rupiah Akan Segera Menguat

Selasa 20 Jan 2026, 14:33 WIB
Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah. Menkeu Purbaya memastikan kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik seiring masuknya arus dolar dan investasi asing. (Sumber: Instagram/@menkeuri)

Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah. Menkeu Purbaya memastikan kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik seiring masuknya arus dolar dan investasi asing. (Sumber: Instagram/@menkeuri)

POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah pergerakannya mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat.

Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan agar publik tidak bereaksi berlebihan. Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih dalam batas wajar dan akan berbalik arah seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan langsung di Gedung DPR/MPR Jakarta pada, Senin 19 Januari 2026. Purbaya menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan menjadi penopang utama stabilitas rupiah ke depan.

"Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya," kata Purbaya kepada awak media di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin 19 Januari 2026.

Baca Juga: Profil dan Karir Thomas Djiwandono Calon Deputi Gubernur BI Keponakan Prabowo yang Didukung Menkeu Purbaya

Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Solid

Purbaya optimistis ekonomi Indonesia akan mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi di masa mendatang. Ia menilai hal tersebut akan memperbaiki persepsi investor global terhadap Indonesia.

Arus modal asing diyakini akan kembali mengalir masuk, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level tertinggi sepanjang sejarah.

"Kalau indeks naik ke situ pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Nggak mungkin termasuk sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu," jelasnya.

Dengan masuknya dana asing, pasokan dolar di dalam negeri akan meningkat. Hal ini akan menjadi faktor yang memperkuat nilai tukar rupiah. "Jadi tinggal tunggu waktu aja rupiahnya menguat juga. Karena suplai dolar akan bertambah," kata Purbaya.

Sementara itu, Tercatat per hari ini, 19 Januari 2026, nilai rupiah pada penutupan perdagangan terakhir tercatat melemah sebesar 0,33 persen ke posisi Rp16.935 per dolar AS.

Angka tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah, menandakan tekanan yang masih besar terhadap mata uang Garuda. Meski demikian, pemerintah tetap percaya diri bahwa kondisi ini bersifat sementara.


Berita Terkait


News Update