POSKOTACOID - Malam Nisfu Syaban 2026 kapan berlangsung? Simak informasi mengenai jadwal pelaksanaan, bacaan doa, hingga amalan yang dianjurkan.
Informasi mengenai Nisfu Syaban 2026 tanggal berapa ramai ditanyakan oleh umat Islam menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
Nisfu Syaban merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hijriah. Momen tersebut kerap jadi pertanda bagi umat Islam bahwa bulan Ramadhan akan segera tiba.
Berdasarkan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag), Nisfu Syaban merupakan hari ke-15 dalam bulan Syaban yang dijadikan momentum bagi umat Islam untuk introspeksi dan persiapan diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Lantas, kapan malam Nisfu Syaban 2026 berlangsung? Berikut penjelasan resminya.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?
Dikutip dari situs resmi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, bulan Syaban 1447 H jatuh pada tanggal 20 Januari 2026.
Hal serupa juga disampaikan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).
Melansir dari laman resmi NU Online, LF PBNU mengumumkan bahwa awal Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ketetapan ini seperti yang tertuang dalam Pengumuman Nomor 116/PB.08/A.II.11.13/13/01/2026 yang dikeluarkan pada Senin (19/1/2026).
"Awal bulan Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa Pahing 20 Januari 2026M (mulai malam Selasa) atas dasar rukyah," isi pengumuman yang dikeluarkan LF PBNU, dikutip Poskota, Selasa, 20 Januari 2026.
Dengan demikian, jika dihitung lima belas hari ke depan, berarti Nisfu Syaban atau tanggal 15 Syaban 1447 H akan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban
Merujuk dari laman MUI Digital, pada malam Nisfu Syaban, sebagian besar umat Islam di Indonesia biasanya akan membaca surah Yasin sebanyak tiga kali yang diselingi dengan bacaan doa.
Adapun, bacaan doanya adalah sebagai berikut.
اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu 'alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in'âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma'manal khâ'ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî 'indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran 'alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî 'indaka sa'îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal 'alâ lisâni nabiyyikal mursal, "yamhullâhu mâ yasyâ'u wa yutsbitu, wa 'indahû ummul kitâb" wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil 'alamîn.
Artinya: Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.
Perlu dicatat bahwa bacaan doa di atas bukanlah bersumber langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Syaikh Athiyah Shaqr menjelaskan bahwa ada ulama yang berpendapat jika doa tersebut merupakan riwayat Umar bin Khattab dan Abdullah bin Mas'ud.
Amalan Malam Nisfu Syaban
Mengutip dari website UIN Sunan Gunung Djati, berikut ini beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan umat Islam saat malam Nisfu Syaban.
- Memperbanyak istighfar dan taubat
- Melaksanakan salat malam (qiyamullail)
- Membaca Al-Qur'an
- Puasa sunah pada hari ke-13, 14, dan 15 bulan Syaban.
