POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadan tidak hanya dikenal sebagai waktu umat Islam menjalankan ibadah puasa. Di dalamnya juga terdapat berbagai peristiwa penting yang memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam.
Dua momen yang sering menjadi pembahasan setiap Ramadan adalah Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Keduanya sama-sama berkaitan dengan Al-Qur’an sehingga tidak sedikit orang yang menganggap keduanya memiliki arti yang sama.
Padahal, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar merupakan dua peristiwa yang berbeda, baik dari segi makna, waktu terjadinya, maupun cara umat Islam memaknainya dalam kehidupan beragama.
Memahami perbedaan antara keduanya menjadi penting agar umat Islam dapat menjalani ibadah di bulan Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh makna.
Pengertian Nuzulul Quran
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5 ketika beliau sedang beribadah di Gua Hira.
Peristiwa tersebut menjadi titik awal dimulainya masa kenabian Nabi Muhammad SAW sekaligus menandai awal turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.
Setelah wahyu pertama tersebut, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun hingga menjadi kitab suci yang utuh seperti yang dikenal umat Islam saat ini.
Di Indonesia, Nuzulul Quran biasanya diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Peringatan ini bukan merupakan kewajiban agama, melainkan tradisi keagamaan yang bertujuan untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pada malam tersebut, masyarakat biasanya mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah tentang sejarah turunnya Al-Qur’an, hingga tadarus bersama.
Pada Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026, awal puasa diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, malam 17 Ramadan yang diperingati sebagai Nuzulul Quran diperkirakan jatuh pada 7 Maret 2026.
