JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari kelima.
Operasi ini merupakan langkah mitigasi terhadap dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Pelaksanaan OMC ini melibatkan antara BPBD DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI AU.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan bahwa operasi kelima ini dilakukan secara terencana dan berdasarkan pemantauan meteorologi terkini.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
"Dukungan BNPB dalam dua sorti penerbangan tambahan dengan total 2.000 kilogram NaCl sangat penting untuk mengoptimalkan upaya mitigasi hujan lebat," ujar Isnawa pada Selasa, 20 Januari 2026.
OMC Dilaksanakan Tiga Sorti

Isnawa mengatakan, OMC kali ini dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Ia menyebut penerbangan dilakukan di ketinggian 8.000-12.000 kaki dengan bahan semai 800 kilogram NaCl.
"Sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan fokus penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Strategi ini bertujuan untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jakarta agar presipitasi dapat terkonsentrasi di laut, “ ucap Isnawa.
Lebih lanjut, sorti kedua difokuskan pada wilayah overhead Kabupaten Bogor.
