BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Intai Pemudik Libur Lebaran

Kamis 05 Mar 2026, 11:03 WIB
Ilustrasi cuaca buruk. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

Ilustrasi cuaca buruk. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Kondisi cuaca pada paruh pertama Maret 2026 disebut masih perlu diwaspadai, terutama di sejumlah wilayah dengan curah hujan tinggi.

“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan, serta senantiasa menyampaikan informasi peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas selama periode Angkutan Lebaran,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Maret 2026.

Secara umum, kata Faisal, cuaca selama periode libur Idul Fitri diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan lebat tetap mengintai sejumlah wilayah, terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Pegunungan.

Baca Juga: Jumlah Pengawas Sedikit, BGN Buka Ruang Partisipasi Masyarakat Awasi MBG Bermasalah

BMKG mencatat, pada Maret curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi, bahkan berpeluang sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah. 

“Pada Maret, curah hujan umumnya masih berada pada kategori menengah hingga tinggi, bahkan berpeluang sangat tinggi di beberapa wilayah,” kata Faisal.

Untuk periode 1-10 Maret 2026, meski didominasi hujan ringan hingga sedang, terdapat peluang hujan sedang hingga lebat di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara pada 11-20 Maret dan 21-31 Maret 2026, peluang hujan lebat masih berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan.

Baca Juga: Long Weekend Maret! Libur Nyepi dan Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Cuti Bersama

Selain hujan lebat, dinamika atmosfer seperti Monsun Asia, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, hingga potensi bibit siklon tropis juga turut memengaruhi kondisi cuaca.


Berita Terkait


News Update