DPR Minta Publik Tidak Berspekulasi soal Hilangnya Kontak Pesawat ATR 400

Minggu 18 Jan 2026, 16:40 WIB
Ilustrasi pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan. (Sumber: Dok. Indonesia Air)

Ilustrasi pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan. (Sumber: Dok. Indonesia Air)

SENAYAN, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mori Hanafi, mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait hilangnya kontak pesawat ATR 400 rute Yogyakarta-Makassar.

Ia menegaskan negara harus hadir dengan langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur dalam menangani insiden penerbangan tersebut

“Publik perlu menahan spekulasi dan memberi ruang bagi tim teknis bekerja. Negara harus hadir dengan tenang, komando yang jelas, dan langkah cepat. Bukan panik, tapi memberi kepastian,” ujar Mori Hanafi dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Serpihan Pesawat Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung, Tim SAR Hadapi Medan Ekstrem

Oleh karena itu, Hanafi mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab hilangnya kontak pesawat.

Menurutnya, proses penanganan harus diserahkan sepenuhnya kepada tim teknis dan otoritas berwenang agar berjalan profesional dan objektif.

Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) itu dilaporkan kehilangan komunikasi di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.17 WITA.

Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, tapi hingga waktu yang ditentukan tidak kunjung tiba

Baca Juga: Kemhan Lantik 12 Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional, Ada Nama Anak Cak Nun dan Hotman Paris

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh operator maskapai, regulator penerbangan, maupun negara.

Hanafi menilai, pembangunan sektor transportasi tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga jaminan keamanan bagi masyarakat.


Berita Terkait


News Update