Kasus Campak Bertambah, Fahira Idris Minta Kepala Daerah Lakukan 7 Langkah Strategis Ini

Kamis 05 Mar 2026, 21:18 WIB
Anggota DPD RI, Fahira Idris. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Anggota DPD RI, Fahira Idris. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPD RI Dapil Jakarta, Fahira Idris meminta seluruh kepala daerah di Indonesia memastikan program vaksinasi campak berjalan efektif di wilayahnya masing-masing menyusul meningkatnya kasus campak di berbagai daerah.

Pertambahan kasus ini harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi yang merata dan respons kesehatan masyarakat yang cepat.

“Campak adalah penyakit yang sangat menular, tetapi sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu kepala daerah perlu memastikan program imunisasi berjalan optimal agar anak-anak kita terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini,” kata Fahira di Komplek Parlemen, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2026.

Senator Jakarta ini menjelaskan untuk mencegah terus meningkatnya kasus campak, cakupan imunisasi harus mencapai sekitar 94 persen agar tercapai kekebalan kelompok (herd immunity). Tanpa cakupan merata, virus akan terus menemukan populasi rentan dan memicu penularan baru.

Baca Juga: Waduk Cilangkap Batu Licin Diresmikan, Fahira Idris Berharap Efektif Tanggulangi Banjir Jakarta

Oleh karena itu, Fahira yang juga aktivis perlindungan anak ini meminta para kepala daerah mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Memastikan cakupan imunisasi campak di daerahnya mencapai target minimal 94 persen dengan memperkuat program imunisasi rutin di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.
  • Melakukan percepatan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.
  • Memperkuat sistem surveilans penyakit menular melalui pelaporan cepat dan respons epidemiologi maksimal 24 jam setelah ditemukan kasus suspek campak.
  • Meningkatkan kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi, termasuk melawan misinformasi terkait imunisasi.
  • Menggerakkan kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah, termasuk melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan kader kesehatan untuk memperluas jangkauan imunisasi.
  • Memastikan tenaga kesehatan dan logistik vaksin tersedia secara memadai hingga ke wilayah terpencil agar tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi.
  • Mengintegrasikan program imunisasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga pemantauan status vaksinasi dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Fahira juga mengimbau para orang tua agar segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal.

“Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan anak. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata, kita tidak hanya melindungi anak sendiri tetapi juga melindungi anak-anak lain di lingkungan sekitar,” tuturnya.


Berita Terkait


News Update