POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan selalu dinanti umat Islam sebagai waktu istimewa penuh rahmat, maghfirah (ampunan), dan itqun minan-nar (pembebasan dari api neraka). Bulan suci ini juga dikenal sebagai bulan mustajab, di mana doa lebih mudah dikabulkan Allah SWT.
Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Keistimewaan Ramadhan semakin terlihat melalui pembagian tiga fase utamanya.
Sepuluh hari pertama dipenuhi rahmat dan kasih sayang Allah SWT, sepuluh hari kedua menjadi masa maghfirah atau ampunan bagi hamba yang memohon taubat, serta sepuluh hari terakhir sebagai waktu pembebasan dari neraka.
“Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti-nantikan, penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan,” ujar Ustadz Ashifur Rozaq dalam program Komunikasi Ramadhan (KORMA) pada Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran Apakah Sama? Tenyata Ini Faktanya
Meski demikian, tidak semua orang yang menjalankan puasa otomatis mendapat ampunan penuh. Ada golongan tertentu yang ibadahnya terhalang karena dosa-dosa besar yang masih dipertahankan.
Empat Golongan Tidak Mendapatkan Ampunan Ramadhan

Ustadz Ashifur Rozaq menjelaskan, meskipun seseorang berpuasa dan beribadah di bulan Ramadhan, ada empat golongan yang sulit meraih ampunan Allah SWT jika tidak segera bertaubat dan memperbaiki diri. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Berikut susunannya:
- Orang yang Durhaka kepada Orang Tua
Termasuk tidak menghormati atau durhaka kepada ayah-ibu, serta bagi yang sudah menikah, tidak menghormati mertua. Durhaka kepada orang tua (uququl walidain) termasuk dosa besar yang menghalangi ampunan, bahkan di bulan penuh rahmat sekalipun.
- Pemutus Tali Silaturahmi
Orang yang sengaja memutus hubungan dengan keluarga, kerabat, atau saudara sesama Muslim. Memutus silaturahmi (qati'atur-rahim) menjadi penghalang besar bagi turunnya rahmat dan ampunan Allah.
Baca Juga: Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa? Ini Keutamaannya Menurut Al-Quran
- Orang yang Menyimpan Dendam dan Kebencian
Mereka yang masih memelihara sifat dendam, sakit hati, amarah, atau permusuhan di hati terhadap orang lain tanpa alasan syar'i. Menyimpan dendam menghalangi hati untuk menerima maghfirah dari Allah SWT.
- Pecandu Minuman Memabukkan (Khamar)
