BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

Kamis 05 Mar 2026, 21:22 WIB
Ilustrasi musim kemarau (Sumber: Freepik/@freepik)

Ilustrasi musim kemarau (Sumber: Freepik/@freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal.

Kondisi ini dipicu berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026 dan bergeser ke fase Netral yang berpotensi menuju El Nino pada pertengahan tahun.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan, pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO -0,28 (Netral) dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026.

Faisal menyebutkan, mulai pertengahan tahun peluang munculnya El Nino kategori Lemah-Moderat sebesar 50-60 persen mulai semester kedua tahun ini perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Prediksi Cuaca Saat Libur Lebaran 2026, BMKG Sebut Berpotensi Diguyur Hujan

“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal kepada awak media, dikutip Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menuturkan, peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda dimulainya musim kemarau.

"BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, NTB, NTT, serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi," ujarnya.

BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5%) dan Normal di 245 ZOM (35,1%).

Baca Juga: Kapan Musim Kemarau 2026? BMKG Prediksi Datang Lebih Cepat

Sementara itu, hanya terdapat 3 ZOM (0,4%) di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau Atas Normal atau lebih basah.


Berita Terkait


News Update