Long Weekend Isra Mi’raj, DKI Perketat Pengamanan dan Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Sabtu 17 Jan 2026, 14:41 WIB
Pengunjung melihat satwa ketika berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. (Sumber: Poskota/Dhiya Ahmad Fauzan)

Pengunjung melihat satwa ketika berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. (Sumber: Poskota/Dhiya Ahmad Fauzan)

Di sisi lain, Pemprov DKI memprediksi lonjakan signifikan jumlah wisatawan selama long weekend Isra Mi’raj. Prediksi tersebut disusun berdasarkan data historis libur nasional serupa serta pemantauan awal di lapangan.

"Prediksi pengunjung di destinasi wisata Jakarta seperti Kota Tua, TMII, Ragunan, dan Ancol selama long weekend Isra Mi'raj ini bervariasi berdasarkan data historis libur serupa dan pemantauan awal," ujar Chico.

Untuk Taman Margasatwa Ragunan, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai hingga 70.000 orang selama periode libur.

"Dengan puncak pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) sekitar 40.000 per hari; pada Jumat (16/1) saja sudah tercatat 12.194 pengunjung," ucap Chico.

Sementara itu, kawasan wisata Ancol diprediksi menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan terbesar.

"Untuk Ancol, estimasi mencapai 80.000-100.000 pengunjung secara kumulatif, mirip dengan lonjakan libur Tahun Baru 2026 di mana puncak harian tembus 80.000, dengan fokus pada pantai dan atraksi keluarga," ungkap Chico.

Untuk TMII, jumlah kunjungan diperkirakan berada di kisaran 20.000 hingga 30.000 orang secara kumulatif.

"TMII diprediksi sekitar 20.000-30.000 pengunjung kumulatif, berdasarkan tren libur nasional sebelumnya yang menarik wisatawan edukasi dan budaya," kata Chico.

Adapun kawasan Kota Tua Jakarta diprediksi akan dikunjungi sekitar 15.000 hingga 25.000 wisatawan.

"Kota Tua diperkirakan 15.000-25.000 pengunjung, seperti ribuan yang datang selama libur Tahun Baru, dengan peningkatan di area historis," ujarnya.

Waspadai Cuaca Ekstrem

Pemprov DKI juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode libur. Untuk mengurangi risiko hujan lebat, pemerintah telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama lima hari terakhir.

"Pemprov DKI melakukan modifikasi cuaca (OMC) selama lima hari terakhir untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan, termasuk koordinasi dengan BNPB dan BPBD," katanya.


Berita Terkait


News Update