JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidak produktif melalui program urban farming atau pertanian perkotaan di sepanjang kolong Tol Becakayu.
Kepala Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto menyampaikan, latar belakang dibangunnya program urban farming tersebut bermula pada masa pandemi Covid-19.
Ketika itu, Pemkot Jaktim bersama UKPD terkait, warga, serta kader PKK mulai memanfaatkan lahan-lahan kosong di bawah kolong Tol Becakayu untuk kegiatan penghijauan.
"Menanam tanaman sayuran, buah buahan, tanaman obat keluarga dan tanaman lainnya agar lahan yang awalnya tidak produktif menjadi produkfif, bermanfaat, indah, hijau dan rapih," kata Taufik kepada Poskota, Selasa, 3 Maret 2026.
Baca Juga: Lahan Kumuh jadi Kebun Hijau, Cerita Agus Dirikan Urban Farming di Kolong Tol Becakayu
Program ini mulai berjalan sejak 2019 melalui kolaborasi lintas sektor. Pemkot Jakarta Timur menggandeng berbagai unsur, di antaranya Sudin KPKP, Sudin Pertamanan dan Hutan Kota, Sudin Bina Marga, Sudin Sumber Daya Air (SDA), Sudin Lingkungan Hidup, pihak kecamatan dan kelurahan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
"Melaksanakan pembersihan, penataan dan optimalisasi lahan lahan kosong yang berada sepanjang kolong tol becak kayu," ujarnya.
Taufik mengatakan, luas lahan yang dimanfaatkan untuk urban farming mencapai kurang lebih 1.500 meter.
"Dengan lokasi urban farming paling luas berada di RW 13 Cipinang Melayu Jakarta Timur," ucapnya.
Baca Juga: Prompt Gemini AI Urban Style: Begini Cara dan Panduan Lengkap Buat Foto Viral dalam 5 Detik
Beragam komoditas ditanam di lokasi ini, mulai sayuran kangkung, sawi, bayam, daun singkong, terong, tomat, jagung, kembang kol, kacang panjang, hingga cabai. Kemudian, ada pula sayuran buah, tanaman obat keluarga, tanaman buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman pelindung.
