Epidemiolog Ingatkan Risiko Penyakit hingga Keracunan Logam Berat Akibat Sampah di Muara Baru

Sabtu 17 Jan 2026, 19:48 WIB
Aktivitas pembuangan sampah di lahan urukan yang berada di perairan kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. (Sumber: Istimewa)

Aktivitas pembuangan sampah di lahan urukan yang berada di perairan kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. (Sumber: Istimewa)

Baca Juga: Warga RW 17 Penjaringan Jakut Dikepung Sampah: Bau dan Banyak Nyamuk

Ia menyebut konsumsi ikan yang mengandung merkuri berisiko mengganggu sistem saraf, menurunkan kecerdasan anak, serta membahayakan ibu hamil dan janin. Sementara paparan timbal dan kadmium dapat menyebabkan gangguan ginjal, anemia, serta masalah pertumbuhan.

"Ingat ini ada mikroplastik dan bahan kimia turunannya. Ini ikan yang menelan mikroplastik dan dia bisa membawa bahan kimia berbahaya seperti BPA atau phthalates yang bersifat disruptor hormon, juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik dan reproduksi," katanya.

Selain itu, ikan dari perairan tercemar juga berisiko membawa bakteri dan parasit, terutama jika dikonsumsi mentah, kurang matang, atau ditangani tanpa standar higienitas.

"Kelompok yang paling rentan adalah kelompok anak-anak, ibu hamil, menyusui, nelayan dan keluarganya, dan juga masyarakat dengan konsumsi ikan tinggi dari sumber pesisir lokal ini," ungkap dia.

Dicky menegaskan meski ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang penting bagi kesehatan, faktor keamanan pangan harus menjadi perhatian utama.

"Namun harus dipastikan berasal dari perairan yang aman," kata dia.

Baca Juga: Wali Kota Jakut Buka Suara soal Sampah Menggunung di Tanggul Muara Baru

Ia mendorong pemantauan rutin kualitas air laut dan kandungan cemaran ikan oleh otoritas kesehatan, perikanan, hingga peternakan.

"Dan juga masyarakat harus memahami bahwa kita harus memilah-milih makanan, termasuk ikan ini, dan pengolahan dan pemasakan yang aman, juga tentunya diversifikasi sumber pangan laut," ujarnya.

Dicky menilai persoalan sampah di Muara Baru merupakan isu lintas sektor yang membutuhkan penanganan sistemik dan berkelanjutan.

"Kalau tidak ditangani sistemik, risiko jangka panjangnya bisa menyebabkan masalah penyakit kronis, gangguan tumbuh kembang anak, juga penurunan kualitas hidup masyarakat pesisir," ucapnya.


Berita Terkait


News Update