POSKOTA.CO.ID - Jessica Iskandar akhirnya mengungkap pengalaman pahit yang selama ini ia simpan sejak kecil. Cerita itu ia bagikan setelah terinspirasi dari buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans, yang mengangkat kisah tentang luka masa lalu dan keberanian untuk bersuara.
Dalam acara Pagi-pagi Ambyar yang tayang pada Kamis, 15 Januari 2026, Jessica menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan oleh teman dekat ayahnya saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Pengakuan tersebut langsung menyita perhatian publik.
Ibu dua anak itu menuturkan bahwa kejadian tersebut menjadi trauma yang membekas hingga dewasa. Ia bahkan mengaku sempat merasa tidak dipercaya oleh orang tuanya sendiri ketika mencoba menceritakan peristiwa itu di masa kecil.
Awal Mula: Sering Dipangku dan Dicium
Jessica mengingat bagaimana sosok pria yang dipanggil “om” itu kerap datang ke rumah dan menunjukkan sikap tidak pantas kepadanya. “Kalau masa kelam saat kecil, aku pernah waktu masih TK. Jadi papa aku itu punya teman yang selalu datang ke rumah,” kata Jessica membuka ceritanya.
Menurutnya, pria tersebut sering memintanya duduk di pangkuan. “Dan entah kenapa dia tuh selalu gemas banget ngelihat aku ‘lucu banget, sini pangku sama om’,” lanjutnya.
Jessica juga mengungkap bahwa pria itu sering mencium pipinya, dan saat itu orang tuanya tidak menaruh curiga. “Terus udah gitu dia tuh sering banget ciumin pipi aku kalau ketemu. Mungkin orangtua aku ngelihatnya mungkin sayang anak gitu, gemas,” katanya.
Baca Juga: Suami Boiyen Terancam Pasal Lebih Berat, Klarifikasi Rully Anggi Akbar Dianggap Jadi Bumerang
Peristiwa yang Membuatnya Syok dan Menangis
Kejadian yang paling membuat Jessica trauma terjadi ketika pria tersebut masuk ke kamarnya. “Terus someday, aku punya kamar sendiri, tiba-tiba dia datang ke kamar aku, dia lihat kamar aku. Tiba-tiba cium pipi aku, habis itu tiba-tiba dia cium mulut aku,” tutur Jessica.
Ia mengaku sangat syok dan langsung menangis. “Itu aku langsung syok, aku masih kecil, mulut aku tiba-tiba dilumat-lumat. Itu rasanya aku langsung nangis,” katanya. Namun, saat itu ia tidak berani melawan. “Tapi aku enggak bisa ngomong apa-apa karena aku takut kan,” kenangnya.
Cerita Tak Dipercaya Orang Tua
Jessica kemudian mencoba menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya, tetapi sayangnya ia tidak mendapat kepercayaan. “Terus aku cerita sama mama, tapi sayangnya mungkin orangtua aku terlalu positif thinking, jadi mama papa aku tuh enggak percaya. Enggak mungkin katanya,” tuturnya.
Ia mengaku perasaan itu sangat menyakitkan. “Jadi aku di situ tuh ada sedikit perasaan aku enggak dipercaya padahal itu terjadi sama aku dan itu menyakitkan aku banget,” lanjut Jessica.
