JAKARTA, POSKOTA.CO.ID — Dokter ahli kesehatan lingkungan sekaligus epidemiolog Dicky Budiman mengingatkan tumpukan sampah di kawasan Tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius bagi nelayan dan warga sekitar.
"Terutama karena adanya sampah, terutama sampah domestik, limbah plastik, dan limbah organik. Ini adalah pencemaran lingkungan pesisir yang serius, ya," ujar Dicky kepada Poskota, Sabtu, 17 Januari 2026.
Dicky menilai perairan laut yang tercemar dapat menjadi reservoir berbagai bakteri patogen berbahaya, seperti Escherichia coli, Vibrio, Salmonella, hingga parasit yang memicu penyakit infeksi.
"Nelayan atau warga yang sering kontak langsung dengan air laut yang tercemar ini, dia akan berisiko mengalami penyakit kulit infeksi atau dermatitis, atau luka yang sulit sembuh, atau juga infeksi saluran pencernaan dan juga infeksi saluran pernapasan akibat dari aerosol air tercemar," ucap Dicky.
Baca Juga: Sudin LH Jakut Kerahkan Alat Berat Bersihkan Sampah di Tanggul Muara Baru
Selain ancaman infeksi, Dicky menyoroti bahaya paparan bahan kimia berbahaya dari sampah plastik dan limbah industri yang terakumulasi di perairan.
"Misalnya merkuri, timbal, kadmium, dan juga bahan kimia persisten, ya, dan seperti apa, seperti persistent organic pollutants. paparan kronis atau terus-menerus terhadap zat kimia berbahaya seperti ini, baik itu lewat kulit ataupun terhirup, itu bisa meningkatkan risiko gangguan saraf, gangguan ginjal, hormon, dan juga penurunan daya tahan tubuh," kata Dicky.
Menurut dia, dampak pencemaran tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga memicu efek tidak langsung yang signifikan, termasuk penurunan hasil tangkapan ikan yang berdampak pada tekanan ekonomi nelayan.
"Jadi ada dampak kesehatan mental. Kemudian juga lingkungan kumuh ini akan meningkatkan vektor penyakit, baik itu lalat atau tikus," ungkap Dicky.
Dicky juga mengingatkan bahaya konsumsi ikan dari perairan tercemar akibat proses bioakumulasi dan biomagnifikasi zat berbahaya.
"Artinya, semakin tinggi posisi ikan dalam rantai makanan, semakin tinggi pula kadar kontaminan di dalam tubuhnya dari zat-zat yang berbahaya tadi," kata dia.
