Dua Pembalap Indonesia Bersiap Hadapi MotoGP 2026, Mario Aji dan Veda Ega Menuju Spanyol

Sabtu 17 Jan 2026, 14:57 WIB
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama bersiap menghadapi. (Sumber: AHM)

Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama bersiap menghadapi. (Sumber: AHM)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Menjelang dimulainya musim balap Moto Grand Prix (MotoGP) 2026, dua pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, bersiap melangkah ke panggung balap dunia. Keduanya dijadwalkan berangkat ke Barcelona, Spanyol, untuk memulai proses adaptasi bersama Honda Team Asia.

Sebagai lulusan Astra Honda Racing School (AHRS), Mario dan Veda akan menjalani persiapan intensif, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan balap Eropa hingga membangun komunikasi dengan kru teknis dan mekanik internasional.

Musim 2026 menjadi momen penting bagi Veda Ega Pratama. Pebalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu akan menjalani debutnya di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia. Kesempatan ini diraih setelah Veda tampil impresif sebagai runner up Red Bull MotoGP Rookies Cup (RBRC) 2025.

Capaian tersebut mengantarkan Veda naik kelas ke ajang Grand Prix meski usianya belum genap 18 tahun. Di Moto3, ia akan berduet dengan pebalap asal Jepang, Zen Mitani.

Baca Juga: Jadwal dan Prediksi Line Up Manchester United vs Manchester City di Liga Inggris Malam Ini

“Saya siap menghadapi musim balap GP Moto3 dengan dukungan tim terbaik di Honda Team Asia. Saya yakin proses adaptasi dapat saya jalani dengan baik dan bisa bersaing dengan kompetitif. Saya pun berharap perjuangan saya di balapan dunia ini dapat menginspirasi banyak anak muda agar terus pantang menyerah dalam menggapai mimpinya hingga level tertinggi,” ungkap Veda.

Sementara itu, Mario Suryo Aji akan memasuki musim ketiganya bersama Honda Team Asia di kelas Moto2. Pembalap asal Magetan, Jawa Timur tersebut menatap musim 2026 dengan tekad memperkuat performanya di lintasan balap internasional.

Selama jeda antar musim, lulusan AHRS angkatan 2016 ini tetap menjaga kebugaran dan konsistensi latihan bersama pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) lainnya.

“Musim ini menjadi tahun kelima saya bersaing di ajang Grand Prix. Saya terus berupaya untuk meraih hasil terbaik di level balap manapun dan kesempatan musim ini tidak akan saya sia-siakan. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Mario.

Karier balap Mario telah ditempa sejak usia 12 tahun, dimulai dari Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, ARRC, hingga FIM CEV Moto3 Junior World Championship atau kini dikenal sebagai FIM JuniorGP. Salah satu hasil terbaiknya musim lalu adalah finis di posisi kesembilan pada seri Amerika Serikat.

Baca Juga: 5 Nama Masuk Radar Persija Jakarta di Bursa Transfer Januari 2026, Siap Kejar Persib

Perjalanan Mario dan Veda tak lepas dari pembinaan berjenjang melalui Astra Honda Racing School. Sejak berdiri pada 2010, AHRS telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia.

Program pembinaan di AHRS tidak hanya menitikberatkan kemampuan balap di lintasan, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga kesiapan mental menghadapi kompetisi tingkat tinggi.

Dalam pelatihannya, para siswa AHRS menggunakan motor dengan DNA balap seperti NSF100 dan NSF250R, serta CRF150R untuk melatih kontrol dan kecepatan. Seluruh program tersebut didukung oleh instruktur balap nasional berpengalaman.

Pada 2026, AHRS kembali dibuka mulai 9 Januari hingga 5 Februari untuk pebalap berusia 11–14 tahun. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui kanal media sosial Astra Honda Racing Team.


Berita Terkait


News Update