"Kalau nanti ekonominya membaik terus, harusnya rupiah kan menguat juga hampir otomatis. Kenapa? Karena orang, modal-modal asing akan masuk. Mereka akan masuk ke negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," jelas Purbaya.
"Triwulan tahun-tahun ini (2026) mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen. Kita akan dorong ke arah sana. Jadi kalau itu mereka udah yakin, jadi Anda gak usah takut fondasi kita kuat. Rupiah akan masuk, karena modal akan masuk ke sini," lanjutnya.
Baca Juga: Cara Update Desil DTSEN Agar Bansos Januari 2026 Cair Tepat Waktu
Strategi penguatan kembali rupiah ini juga dipengaruhi oleh sentimen para pengusaha dalam negeri yang kerap menebar dana ke luar.
Apabila fondasi perekonomian RI sudah menguat, pebisnis Indonesia yang sebelum menaruh dana di luar negeri akan kembali ke dalam negeri.
"Orang Indonesia yang naruh uangnya di sana keluar negeri juga akan balik. Dia akan berbisnis di sini. Karena orang Indonesia gak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka gak biasa bersaing sehat di sana," pungkasnya.
