Pasar Tanah Air dinilai masih memiliki minat tinggi terhadap kendaraan keluarga berkapasitas tujuh penumpang, sehingga segmen MPV tetap menjadi fokus utama.
“Kami masih mengkalkulasi dan melihat perkembangan pasar. Untuk sekarang masih bersifat rahasia. Yang pasti MPV elektrik lebih dulu, lalu disusul MPV konvensional,” ujar Bayu.
Selain untuk pasar domestik, Bayu membuka peluang bahwa model hasil perakitan lokal tersebut nantinya juga dapat diekspor ke negara lain, bergantung pada perkembangan pasar dan kesiapan produksi.
Langkah ini sekaligus menandai fase baru perjalanan Kia di Indonesia, tidak hanya dari sisi manajemen, tetapi juga kesiapan produk dan manufaktur untuk bersaing di tengah dinamika pasar otomotif nasional.
