Tak berhenti sampai di situ, Roby bahkan menawarkan versi cerita tandingan mengenai sosok artis berdarah Jawa-Belgia yang ia sebut sebagai “Yulianti Wijaya”.
Dirinya menyatakan, siap membeberkan drama lama yang menurutnya tidak pernah selesai, apabila pihak yang ia maksud terus memojokkannya di ruang publik.
Rentetan unggahan tersebut menunjukkan bahwa, Roby merasa dirinya berada di posisi tertekan akibat narasi sepihak yang berkembang.
"Saya 16 tahun ini juga bisa dibilang korban pembullyan. Tapi sorry 'Yulianti Wijaya', saya punya mental. Saya dididik di zaman yang masih kalo kaset kusut saya masukin freezer," ungkap dia.
Emosi Roby semakin memuncak ketika ia membahas dampak psikologis yang ia rasakan akibat polemik yang terus bergulir.
Roby secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk melakukan apa yang ia sebut sebagai “serangan psikologis” balik kepada pihak yang ia tuju.
Menurut Roby, hukuman penjara bukanlah balasan yang pantas. Ia justru menyinggung aspek mental sebagai bentuk pembalasan yang lebih menyentuh.
"Karena saya tau ketika tulisan-tulisan ini mampir dikit aja ke kepala anda, saya sudah cukup puas. Kabar baiknya pasal serangan psikologis masih susah dibuktikan," tulis Roby.
Lantas, siapakah Yulianti Wijaya yang disebut Roby Tremonti usai viral buku memoar Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah, karya Aurelie Moeremans?
Baca Juga: Aurelie Moeremans Ternyata Pernah Dukung Rebecca Klopper Saat Kasus Video Syur Viral
Siapa Yulianti Wijaya?
Hingga kini, tidak diketahui secara pasti siapa sosok Yulianti Wijaya yang dimaksud. Tidak ada keterangan resmi mengenai identitas maupun profesi figur tersebut.
Penyebutan nama itu diduga bukan merujuk pada individu nyata, melainkan bentuk satire.
