Ciri-Ciri Child Grooming
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri child grooming yang wajib diwaspadai:
- Pemberian hadiah atau perhatian berlebihan: Pelaku sering memberikan hadiah mahal atau perhatian yang tidak wajar kepada anak.
- Komunikasi rahasia: Pelaku berusaha menjalin komunikasi pribadi dan rahasia dengan anak, terpisah dari pengawasan orang tua.
- Menjelekkan orang tua atau figur otoritas: Pelaku mencoba merusak hubungan anak dengan orang tua atau orang dewasa lain yang berwenang.
- Menciptakan ketergantungan emosional: Pelaku berusaha membuat anak merasa nyaman dan bergantung pada mereka secara emosional.
- Sentuhan fisik yang tidak pantas: Pelaku mungkin memulai dengan sentuhan fisik kecil yang kemudian meningkat menjadi pelecehan seksual.
Dampak Bahaya Child Grooming
Child Grooming memiliki dampak yang sangat merusak pada kesehatan fisik serta mental anak yang menjadi korbannya.
- Trauma psikologis: Anak dapat mengalami trauma yang mendalam, yang dapat menyebabkan masalah kecemasan, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).
- Masalah perilaku: Anak dapat menunjukkan masalah perilaku seperti agresi, menarik diri dari lingkungan sosial, atau penyalahgunaan zat.
- Kesulitan dalam hubungan: Anak mungkin mengalami kesulitan dalam membangun dan memelihara hubungan yang sehat di masa depan.
- Gangguan identitas: Anak mungkin mengalami kebingungan tentang identitas seksual mereka dan merasa malu atau bersalah tentang apa yang terjadi.
Pencegahan Child Grooming
Child Grooming dapat dicegah dengan membutuhkan upaya bersama dari orang tua, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Untuk mencegahnya, orang tua dapat memberikan edukasi kepada anak tentang batasan pribadi, sentuhan yang aman dan tidak aman.
Ciptakan komunikasi terbuka di lingkungan agar anak merasa nyaman untuk berbicara dengan orang tua atau wali tentang apapun.
Kemudian, awasi penggunaan internet dan media sosial anak. Ketahui dengan siapa mereka berinteraksi secara daring.
Bantu anak untuk membangun harga diri dan kepercayaan diri yang sehat, sehingga mereka tidak mudah dimanipulasi oleh orang lain.
Kenali lingkungan bermain anak dan ketahui teman-teman anak, orang tua mereka, dan orang dewasa lain yang berinteraksi dengan anak.
