POSKOTA.CO.ID - Kondisi perekonomian Iran tengah menjadi sorotan setelah nilai tukar mata uang nasionalnya, rial, mengalami kejatuhan ekstrem dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Tekanan terhadap rial tidak hanya terlihat ketika dibandingkan dengan dolar AS atau euro, tetapi juga saat disandingkan dengan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah Indonesia.
Dilansir dari laporan keuangan terbaru, nilai tukar rial terhadap mata uang utama dunia mencapai titik nadir pada medio Januari 2026.
Saat ini, 1 dolar AS setara dengan 1.429.500 rial, sementara untuk 1 euro, warga Iran harus merogoh kocek hingga 1.668.500 rial.
Jika dibandingkan dengan nilai tukar terhadap rupiah Indonesia, 1 rial Iran kini hanya dihargai sekitar 0,015 rupiah.
Jika dilihat dari pelemahan tajam rial Iran, kondisi tersebut memang memberikan keuntungan bagi pihak yang memegang mata uang non-rial.
Selisih kurs yang semakin lebar menciptakan peluang nilai tukar yang sangat menguntungkan bagi warga negara asing.
Bagi warga Indonesia, membawa rupiah ke Iran saat ini tampak memberikan keuntungan instan.
Dengan kurs terkini di kisaran 59.663 rial per rupiah, menukarkan Rp1 juta dapat menghasilkan sekitar 59,6 miliar rial.
Pada penutupan tahun lalu, Rp1 masih setara dengan 45.215 rial. Namun situasi berubah drastis dalam waktu singkat.
Per Rabu, 14 Januari 2026, nilainya merosot menjadi 59.663 rial per rupiah yang menandakan pelemahan sekitar 31,95 persen terhadap mata uang rupiah.
