POSKOTA.CO.ID - Aktris Aurelie Moeremans membuat hebob publik setelah merilis buku yang berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah.
Buku tersebut bisa dibaca secara gratis melalui link yang diberikan langsung Aurelie di bio Instagram pribadinya @aurelie.
Awalnya buku ini dirilis pada Oktober 2025 namun ramai dibaca dan menjadi pembahasan publik pada awal 2026.
Broken Strings karya Aurelie ini menceritakan pengalaman pahit yang dideritanya saat masih remaja.
Buku tersebut adalah karya nonfiksi yang ditulis langsung Aurelie, perempuan kelahiran Belgia yang sudah memerankan banyak film dan sinetron di Indonesia.
Sinopsis Singkat Buku Broken Strings
Broken Strings menceritakan tentang perjalanan hidup Aurelie sejak masa remaja di Belgia. Lingkungan tempat tinggalnya kala itu digambarkan tidak ramah, bahkan cenderung keras. Ia kerap mengalami perundungan, namun tetap berusaha tampil sebagai sosok yang baik dan berprestasi.
Pada usia 15 tahun, Aurelie berkenalan dengan seorang pria bernama Bobby, yang usianya terpaut cukup jauh darinya.
Awalnya, Bobby tampil penuh perhatian dan manis. Hubungan mereka pun berkembang menjadi kisah romansa yang tampak indah, diwarnai ungkapan cinta dan janji-janji manis.
Seiring waktu, sikap Bobby berubah. Ia mulai menunjukkan perilaku manipulatif dan kekerasan emosional.
Apa yang semula tampak sebagai cinta perlahan bergeser menjadi bentuk kontrol. Aurelie dijauhkan dari lingkungan pertemanannya, mengalami penghinaan verbal, hingga kekerasan fisik dan seksual.
Pengalaman Buruk Aurelie di Masa Muda
Pengalaman tersebut membuat Aurelie semakin terpuruk secara mental. Dirinya menyadari bahwa dirinya adalah korban child grooming yang merupakan bentuk kekerasan yang seringkali tidak disadari korban atau lingkungan sekitar.
Hadirnya buku ini, Aurelie menuliskan memoar sebagai bagian dari proses pemulihan dirinya.
Dirinya menegaskan bahwa Broken Strings tidak ditulis untuk menyerang siapa pun. Nama, tempat, dan detail peristiwa disamarkan demi menjaga privasi semua pihak.
Baca Juga: Roby Tremonti Klaim Pernah Nikah Siri dengan Aurelie Moeremans, Sang Artis Tegas Membantah
Kekerasan yang Dialami Aurelie Saat Muda
Dilansir dari akun Threads milik @nooranggunn. Dia membuat rangkuman skandal kisah kekerasan masa lalu yang menimpa Aurelie Moeremans dari buku Broken Strings
Berikut adalah beberapa poin kekerasan yang dialami Aurelie saat masih kecil:
- Korban child grooming saat usianya masih 15 tahun oleh orang yang berumur 29 tahun berinisial B.
- Dimanipulasi dan diancam untuk mengirim foto tanpa busana, lalu foto tersebut dijadikan senjata agar Aurelie menuruti kemauan pelaku.
- Diambil secara kasar keperawanannya.
- Dijauhkan dari orang tua, pelaku inisial B memanipulasi agar hubungan ibu dan anak memburuk. Karena memburuknya situasi kemudian Aurelie pergi kerumah pelaku B.
- Aurelie dijadikan sebagai pembantu di rumah B.
- Aurelie harus mencuci baju orang serumah seperti baju B, baju orang tua B, kecuali baju kakak ipar Aurelie.
- Aurelie dipaksa untuk menyapu, mengepel, cuci piring, dsb.
- Aurelie mengalami haid selama hampir lebih dari 2 bulan karna kecapean dan mengalami stress.
- Pelaku B memutuskan Aurelie boleh syuting lagi
- Uang hasil syuting ditransfer ke rekening B
- Aurelie dipaksa untuk menikah di gereja
Baca Juga: Aurelie Moeremans dan Ibunda Pernah Datangi Komnas PA, Kini Fakta Lama Terkuak Lewat Memoar
Terkait pernikahan Aurelie dengan pelaku B yang berlangsung di gereja, belakangan ini baru diketahui kalau pernikahan itu tidak sah karena melangkahi beberapa prosedur kanonik.
Kemudian, saat pelaku B mengizinkan Aurelie untuk syuting kembali, ada hal baik yang kemudian diterima Aurelie yaitu haidnya selama itu berhenti karna setelah beberapa bulan akhirnya dia bertemu dan bergaul dengan teman sebayanya di sinetron magic yang membuatnya bahagia.
Saat haidnya berhenti, Aurelie tetap berbohong kalau haidnya belum berhenti dengan cara mengoleskan saos dan sedikit kecap ke pembalutnya sehingga membuat area kemaluannya terasa perih.
Hingga suatu waktu pelaku B mengetahui kebohongan Aurelie hingga dipaksa untuk berhubungan badan.
Selama dalam pernikahan yang tidak sah tersebut, Aurelie seringkali diludahi hingga dipukul berkali di wajah dan lengan.
Pelaku B merasa dirinya lebih superior dari Aurelie bahkan jika ada penggemar, pelaku B mengklaim itu penggemarnya padahal itu penggemar Aurelie.
Terakhir, Aurelie pernah ditawari untuk mengikuti salah satu ajang miss oleh salah satu petinggi miss tersebut, namun karena B takut Aurelie akan membangkang dia kemudian melarang untuk ikut dan memaksa Aurelie membuat tato di kaki.
Saat itu peserta ajang miss dilarang bertato, kemudian B menyewa wartawan untuk meliput proses pembuatan tato agar semuar orang tau Aurelie bertato.
