Jakarta Utara Paling Rentan, Pemprov DKI Soroti Ancaman Penurunan Tanah

Minggu 11 Jan 2026, 20:17 WIB
Kondisi di wilayah Jakarta Utara, penurunan tanah semakin bertambah setiap tahunnya. (Sumber: dsda.jakarta.go.id)

Kondisi di wilayah Jakarta Utara, penurunan tanah semakin bertambah setiap tahunnya. (Sumber: dsda.jakarta.go.id)

Untuk menekan laju penurunan tanah, Chico mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat telah dan terus melakukan berbagai langkah konkret. Salah satu fokus utama adalah pengendalian eksploitasi air tanah melalui pengaturan izin dan pengawasan yang lebih ketat.

"Pengendalian eksploitasi air tanah, pengurangan penggunaan air tanah melalui pengaturan izin dan pengawasan," ujar Chico. 

Selain itu, dikatakan Chico, pihaknya juga memperluas program penyediaan air bersih terpusat agar masyarakat tidak lagi bergantung pada sumur pribadi.

"Program penyediaan air bersih terpusat untuk mengurangi ketergantungan pada sumur pribadi," katanya. 

Di sisi infrastruktur, Chico mengatakan, pemerintah terus membangun dan memperkuat sistem mitigasi banjir, termasuk pembangunan tanggul pantai serta rencana sistem dinding laut besar atau giant sea wall sebagai perlindungan garis pantai. Kapasitas drainase dan pompa banjir juga terus ditingkatkan untuk mengurangi risiko genangan.

"Pembangunan infrastruktur mitigasi banjir, pembangunan tanggul pantai dan sistem dinding laut besar (giant sea wall) sebagai pertahanan garis pantai dan peningkatan kapasitas drainase dan pompa banjir untuk menanggulangi dampak genangan," kata dia. 

Chico menyebut, Pemprov DKI juga melakukan perbaikan tata ruang dan konservasi air tanah dengan melindungi area imbuhan air tanah atau catchment recharge guna meningkatkan kemampuan alami tanah dalam mengisi kembali cadangan air tanah. 

"Kolaborasi antara instansi (lingkungan hidup, tata ruang, SDA, perizinan, Bappeda) untuk sinkronisasi langkah mitigasi," ungkapnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update