Tompi dan Pandji Pragiwaksono Kian Memanas Usai Debat 'Mata Gibran': Ini Latar Pendidikan Keduanya

Jumat 09 Jan 2026, 14:41 WIB
Materi Pandji di Mens Rea menuai pro dan kontra usai dikritik Tompi. Ini perdebatan sekaligus profil pendidikan Tompi dan Pandji Pragiwaksono. (Sumber: Instagram/@pandji.pragiwaksono, @dr_tompi)

Materi Pandji di Mens Rea menuai pro dan kontra usai dikritik Tompi. Ini perdebatan sekaligus profil pendidikan Tompi dan Pandji Pragiwaksono. (Sumber: Instagram/@pandji.pragiwaksono, @dr_tompi)

Tompi memiliki nama lengkap dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE. Ia lahir di Lhokseumawe, Aceh, pada 22 September 1978. Tompi menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), salah satu kampus terbaik di Tanah Air.

Selama masa kuliah, Tompi aktif menekuni dunia tarik suara. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, ia tetap konsisten berkarier sebagai penyanyi dan telah melahirkan sejumlah album yang dikenal luas oleh masyarakat.

Di bidang medis, Tompi membuka klinik kecantikan Beyoutiful by dr Tompi yang kini memiliki beberapa cabang di Jakarta. Latar belakang akademik dan profesionalnya menunjukkan bahwa dunia seni dan medis bisa berjalan beriringan.

Profil Pandji Pragiwaksono: Stand-Up Comedy Lulusan ITB

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo lahir di Singapura pada 18 Juni 1979. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta dan menempuh pendidikan di SMP Negeri 29 Jakarta serta SMA Kolese Gonzaga.

Pandji kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Desain Produk Industri. Kariernya dimulai sebagai penyiar radio dan presenter televisi, sebelum akhirnya terjun ke dunia stand-up comedy pada 2011.

Lewat pertunjukan tunggal Bhineka Tunggal Tawa, Pandji dikenal sebagai salah satu pionir stand-up comedy di Indonesia. Kariernya terus berkembang hingga ke dunia film dan panggung internasional.

Pada 2021, Pandji memutuskan pindah ke New York untuk mengejar mimpi sebagai komika di pusat stand-up comedy dunia. Meski menetap di luar negeri, ia tetap aktif membangun ekosistem stand-up comedy Indonesia melalui Markas Comika.

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Angkatan Muda NU yang Laporkan Pandji Pragiwaksono? PBNU Klaim Bukan Bagian dari Organisasi

Perbedaan Sudut Pandang yang Memperkaya Diskusi Publik

Debat soal materi “mata mengantuk” dalam Mens Rea menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan dan pengalaman membentuk cara berpikir seseorang. Tompi dengan pendekatan ilmiah dan medis, sementara Pandji dengan sudut pandang satire dan kritik sosial.

Peristiwa ini bukan sekadar polemik hiburan, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran bagi publik tentang batasan humor, etika kritik, dan pentingnya melihat isu dari berbagai perspektif.


Berita Terkait


News Update