JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan langkah-langkah antisipatif menghadapi potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026.
Adapun upaya itu meliputi pembangunan tanggul darurat, penyiagaan pompa air, baik pompa stationer maupun pompa mobile, dan pintu air, serta penyiapan Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru di wilayah pesisir utara Jakarta.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menyampaikan bahwa seluruh sumber daya telah disiagakan guna meminimalkan dampak limpasan air laut ke daratan.
“Dinas SDA menyiagakan pompa stationer, pompa mobile, pintu air, serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan,” ujar Ika kepada awak media, Minggu, 4 Januari 2025.
Baca Juga: Atasi Banjir Rob, Pemprov DKI Targetkan Tanggul Pantai 39 Km Rampung 2030
Adapun rumah pompa dan pintu air yang disiagakan meliputi: Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan dan Pompa Tanjungan
Selain pengoperasian infrastruktur pengendali rob, Ika menyebut, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai langkah jangka pendek sambil menunggu penyelesaian tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).
"Lokasi pembangunan tanggul darurat berada di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan R.E. Martadinata (depan Jakarta International Stadium) Marunda Pulo," ujar Ika.
Dengan kesiapan itu, Ika berharap, dapat meminimalisir terjadinya banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta tersebut.
“Kami berharap langkah-langkah ini efektif menahan limpasan air laut, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman,” kata Ika. (cr-4).
