"Ya kami minta ada perhatian lah, karena kita juga enggak tau masalahnya apa. Kita kan cuma dagang di sini, tau-tau ada keriburan," tambahnya.
Aripin, pedagang pecel lele juga mengaku sangat syok dengan kejadian mala oti. Pasalnya ia menyebut hanya sebagai karyawan.
Ia juga nyaris menjadi korban karena disebut dituduh sebagai kubu salah satu dari dua korban.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang, 13 Pohon di Jakarta Tumbang
"Sangat syok, apalagi pas ditanya kan 'kamu orang mana', saya bilang 'saya orang Medan'. Nah abis itu saya langsung dilepas," kata Aripin.
"Motor saya juga kena, terbakar. Makanya saya juga bingung ini kalau udah begini gimana. Saya juga enggak tau apa-apa soalnya," tambah Aripin.
Diberitakan sebelumnya, dua orang debt collector atau mata elang (matel) tewas setelah dikeroyok di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Desember 2025.
Saat ini sosok pelaku pengeroyokan masih menjadi tanda tanya, polisi menduga bahwa pelaku adalah rekan seorang pengendara motor yang tidak terima ditagih cicilan kendaraannya.
Baca Juga: KBM Tatap Muka SDN Kalibaru 01 Jakut Digelar Pekan Depan
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan bahwa matel mau mengaih kendaraan sepeda moto yang belum melunasi biaya kredit. Dia menjelaskan pemilik kendaraan ini tidak terima motornya ditarik sehingga dia memanggil teman-temannya kurang lebih ada 8 orang.
"Para pelaku lalu mengeroyok dua penagih utang tersebut yang diketahui berinisial MET dan NAT," paparnya.
Dalam kejadian ini, satu korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya meninggal di rumah sakit.
