Heru berharap Pemprov DKI tidak mengambil keputusan sepihak mengenai relokasi, terutama karena warga tidak mendapatkan sosialisasi awal.
Ia meminta pemerintah memikirkan skema yang benar-benar mampu mengangkat taraf hidup warga miskin, bukan memindahkan mereka ke tempat yang justru menambah beban ekonomi.
“Kalau ke rusun itu selamanya bayar, enggak akan punya. Kita ingin punya masa depan untuk anak-anak. Ingin hidup layak seperti warga lainnya,” kata Heru.
Ia menyebut, warga Kampung Ujung bukan menolak pembangunan, namun memohon agar pemerintah mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi mereka.
“Kita ini ingin dimanusiakan. Kita warga Jakarta juga punya hak. Tolong dipikirkan dulu sebelum memutuskan relokasi,” ungkap Heru. (cr-4)
