Sejumlah Instansi Kompak Lakukan Percepatan Penurunan Stunting di Lebak

Minggu 30 Nov 2025, 16:39 WIB
DP3AP2KB Kabupaten Lebak saat melakukan sosialisasi penurunan angka stunting, Sabtu, 29 November 2025. (Sumber: Dok. DP3AP2KB Lebak)

DP3AP2KB Kabupaten Lebak saat melakukan sosialisasi penurunan angka stunting, Sabtu, 29 November 2025. (Sumber: Dok. DP3AP2KB Lebak)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah instansi pemerintahan, mulai dari DP3AP2KB Lebak, BKKBN, DPR, dan Kemendukbangga melakukan percepatan kasus stunting di Kabupaten Lebak.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta percepatan penurunan angka stunting.

"Beberapa program unggulan di antaranya Tamasya, sebagai program pengasuhan anak yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang," kata Dedi, Minggu, 30 November 2025.

Upaya percepatan angka stunting tersebut lewat sosialisasi beberapa program prioritas, di antaranya Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), dan Lansia Berdaya (Sidaya).

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang di Pasar Rangkasbitung Lebak Alami Lonjakan

"Kemudian ada yang namanya Genting, yang menggerakkan partisipasi masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting. Gati, mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, sehingga anak tumbuh dengan karakter dan kepercayaan diri yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Sidaya untuk pemberdayaan lansia agar tetap aktif, produktif, dan mandiri dalam keluarga maupun masyarakat.

"Selain itu, Kemendukbangga juga memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program MBG 3B, yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui bantuan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," katanya.

Anggota DPR RI Komisi X, Ade Rossi menuturkan, program Bangga Kencana merupakan bagian dari prioritas nasional dalam agenda Astra Cita Presiden.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Jembatan Penghubung di Lebak Ambruk

"Karena, keluarga berkualitas adalah kunci lahirnya generasi yang sehat dan cerdas," ucapnya.

Ia menekankan tiga pilar utama, yakni kesehatan fisik, termasuk gizi dan kesehatan ibu dan anak. Kesehatan mental yang dipengaruhi kasih sayang dan lingkungan keluarga yang suportif.

"Lalu, kesehatan lingkungan, seperti sanitasi layak dan akses air bersih," kata dia.

Ade mengajak masyarakat untuk menghindari terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak (4T) sebagai upaya pencegahan stunting.

Ia menegaskan, KB seharusnya menjadi kesadaran bersama orang tua, termasuk penggunaan metode vasektomi yang masih jarang diminati.

“Kita ingin masyarakat Kabupaten Lebak memiliki pemahaman tentang 1000 HPK, karena di masa itu fondasi kualitas generasi ditentukan," ujar dia.

Baca Juga: 500 Warga Suku Baduy di Lebak Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Sementara itu, Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat, Yuda Ganda Putra menambahkan, Kemendukbangga memiliki lima sasaran besar sebagai pilar pembangunan kependudukan dan keluarga, di antaranya pengelolaan kuantitas penduduk melalui layanan KB dan akses alat kontrasepsi yang aman serta terjangkau.

Pembangunan kualitas penduduk, antara lain kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, dan keterampilan hidup.

"Dan administrasi kependudukan, seperti KTP, akta kelahiran, pencatatan pernikahan, dan dokumen kependudukan lainnya. Serta penguatan Kampung KB sebagai pusat edukasi, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat," tuturnya. (fat)


Berita Terkait


News Update