Begini Harapan Pedagang Thrifting Pasar Senen soal Larangan Penjualan Pakaian Impor Bekas

Minggu 30 Nov 2025, 19:51 WIB
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman saat meninjau pedagang pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman saat meninjau pedagang pakaian bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 30 November 2025. (Sumber: POSKOTA | Foto: Pandi Ramedhan)

SENEN, POSKOTA.CO.ID - Pedagang pakaian impor bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, meminta kepada pemerintah memberikan solusi yang baik agar tetap bertahap dan bisa terus berjualan.

"Intinya para pedagang ini kan harus dikasih solusi," kata salah satu pedagang thrifting Pasar Senen, Rifai Silalahi, Minggu, 30 November 2025.

Sebagai pedagang, Rifai mengaku, siap jika harus berkolaborasi dengan pemerintah. Dalam hal ini, bisa saja pakaian impor diatur penjualannya dan diimbangi dengan menjual produk lokal.

"Kami mau buat kolaborasi antara pedagang thrifting dengan produk-produk yang sudah disiapkan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian UMKM," jelas dia.

Baca Juga: Adian Napitupulu Apresiasi Menteri UMKM yang Mau Menemui Pedagang Thrifting di Pasar Senen

Menurut dia, pemerintah dalam hal ini Kementerian UMKM juga harus membuka mata jika pakaian impor masih menjadi primadona alias banyak diminati masyarakat.

Namun hal ini bukan berarti kualitas produk lokal tidak bisa menyaingi barang bekas impor.

"Kami nanti mau digabung, jadi di-combine, di-mix gitu loh. Jadi, dalam satu toko itu ada baju thriftingnya, ada baju yang dari UMKM gitu," tutur dia.

Menurut Rifai, pemerintah bisa memberikan solusi misalnya dengan memberikan kuota untuk menjual pakaian impor bekas kepada para pedagang di Pasar Senen.

"Jadi yang kami harapkan tuh bener-bener dia diatur, dikasih kuota. Nah, itu tujuan utama kami begitu," ucapnya.

"Yang paling masuk akal itu, yang paling cocok itu ya boleh dimasukkan. Dikasih kuota, dibatasi, bisa dikontrol. Maksudnya nggak bebas tanpa diatur. Jadi bisa bersaing dengan produk lokal," tambah Rifai.


Berita Terkait


News Update