Terungkap! Ini Alasan Mengapa Samsung Galaxy S25 Edge dan iPhone Air 17 Gagal di Pasaran

Selasa 11 Nov 2025, 17:57 WIB
Mengapa iPhone Air 17 dan Galaxy S25 Edge Tak Mampu Pikat Konsumen? (Sumber: Dok/Samsung dan iPhone)

Mengapa iPhone Air 17 dan Galaxy S25 Edge Tak Mampu Pikat Konsumen? (Sumber: Dok/Samsung dan iPhone)

POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, tren smartphone ultra-tipis sempat menjadi daya tarik besar di dunia teknologi. Ponsel dengan bodi super ramping, ringan, dan elegan dianggap simbol kemewahan modern.

Namun, dua raksasa industri Apple dan Samsung baru saja membuktikan bahwa desain menawan saja tidak cukup untuk menaklukkan pasar.

Ketika Desain Tak Menjamin Penjualan

Apple meluncurkan iPhone Air pada September lalu, membanggakan bodi setipis 5,6 mm dan berat hanya 165 gram. Sementara itu, Samsung mencoba peruntungannya lewat Galaxy S25 Edge, yang bahkan sedikit lebih ringan di 163 gram dengan ketebalan 5,8 mm. Keduanya diklaim sebagai smartphone tertipis dan teringan yang pernah dibuat oleh masing-masing merek.

Baca Juga: Kesaksian Warga saat Temukan Mayat Pria dengan Tangan dan Kaki terikat di Pinggir Tol Jagorawi

Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Meski memiliki nilai estetika tinggi, penjualan kedua model justru jauh di bawah ekspektasi.

Menurut laporan Counterpoint Research, iPhone Air hanya menyumbang 3% dari total penjualan seri iPhone 17, sementara Galaxy S25 Edge bahkan hanya 4,8% dari total penjualan seri S25.

Mengapa Smartphone Ultra-Tipis Gagal Menarik Minat Konsumen

Kegagalan ini menyoroti satu hal penting: konsumen kini lebih memprioritaskan performa dan daya tahan baterai ketimbang ketipisan desain.

Apple misalnya, harus menghadapi kenyataan bahwa iPhone Air memiliki kapasitas baterai 3.149 mAh, lebih kecil dari iPhone 17 standar (3.692 mAh). Sementara Galaxy S25 Edge hanya dibekali 3.900 mAh, lebih rendah dibandingkan model lain dalam seri yang sama.

Selain itu, Apple menghapus kamera telefoto dan ultra-wide pada iPhone Air untuk menjaga bodi tetap tipis. Keputusan ini membuat ponsel terasa “kurang lengkap”, terutama bagi pengguna yang mengandalkan fitur kamera canggih.

Meski sebagian besar pengguna mungkin tidak selalu memakai lensa tambahan, kehadiran fitur tersebut tetap dianggap penting secara psikologis. Bagi banyak orang, membeli smartphone kelas atas juga soal “rasa lengkap”—bukan hanya kebutuhan fungsional.

Harga Tak Lagi Sejalan dengan Nilai

Ironisnya, harga kedua smartphone ini justru tidak jauh berbeda dengan model yang lebih bertenaga. iPhone Air dijual dengan harga 1.590.000 won, hanya 300.000 won lebih mahal dari model dasar.


Berita Terkait


News Update