Hendak Pergi ke Gereja, Kalung Emas Kena Jambret di Tamansari Jakarta Barat

Jumat 15 Mei 2026, 19:18 WIB
Konferensi pers penangkapan pelaku penjambretan kalung emas oleh Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Konferensi pers penangkapan pelaku penjambretan kalung emas oleh Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID - Seorang wanita menjadi korban penjambretan saat hendak pergi ke gereja di kawasan Jalan Mangga Besar IV, Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam kasus tersebut, korban kehilangan kalung emas seberat tiga gram dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp9 juta.

Kasus penjambretan yang terjadi pada 3 Mei 2026 itu sempat viral di media sosial. Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil menangkap enam orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Kapolsek Metro Taman Sari Jakarta Barat, Bobby M Zulfikar mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari video penjambretan yang beredar luas di media sosial.

“Kami akan coba menjelaskan terkait pengungkapan pencurian dengan kekerasan atau penjambretan kalung emas yang kami ungkap di Jalan Mangga Besar IV, Kelurahan Taman Sari. Kejadiannya terjadi pada tanggal 3 Mei 2026 dan sempat viral di media sosial,” ujar Bobby kepada Poskota, Jumat, 15 Mei 2026.

Baca Juga: Lansia jadi Korban Penjambretan di Jelambar Jakarta Barat, Pelaku Berjaket Ojol Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Utama Ditangkap di Muara Baru

Polisi menangkap tiga pelaku utama pada 11 Mei 2026 di kawasan Muara Baru. Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku berinisial I yang berperan sebagai pengendara sepeda motor saat aksi penjambretan berlangsung.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap pelaku berinisial N yang bertugas mengancam korban menggunakan celurit, serta pelaku D yang merampas kalung emas korban.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan tersebut disebut memiliki pembagian tugas yang terorganisasi. Polisi juga mengungkap adanya satu pelaku lain berinisial S yang berperan sebagai pengintai target.

“Pelaku S berhadapan atau bersilangan langsung dengan korban lalu memberikan informasi kepada pelaku I sebagai pengendara motor yang berboncengan dengan pelaku N. Setelah itu, pelaku D mengambil kalung korban,” kata Bobby.

Baca Juga: Kronologi Korban Penjambretan di Sleman yang Berujung Minta Maaf ke Keluarga Pelaku

Aksi penjambretan berlangsung cepat sehingga warga sekitar tidak berani melakukan perlawanan karena para pelaku membawa senjata tajam.


Berita Terkait


News Update