Terungkap! Ini Alasan Mengapa Samsung Galaxy S25 Edge dan iPhone Air 17 Gagal di Pasaran

Selasa 11 Nov 2025, 17:57 WIB
Mengapa iPhone Air 17 dan Galaxy S25 Edge Tak Mampu Pikat Konsumen? (Sumber: Dok/Samsung dan iPhone)

Mengapa iPhone Air 17 dan Galaxy S25 Edge Tak Mampu Pikat Konsumen? (Sumber: Dok/Samsung dan iPhone)

Galaxy S25 Edge dihargai 1.496.000 won, hanya 200.000 won lebih murah dari model Ultra.

Dengan selisih harga sekecil itu, konsumen merasa tidak mendapatkan nilai lebih. Mereka harus mengorbankan baterai, fitur kamera, dan performa demi tampilan tipis—sebuah kompromi yang tidak semua orang mau ambil.

Tanda-Tanda Pasar Mulai Jenuh dengan “Desain Tipis”

Laporan dari Nikkei Asia dan analis seperti Guo Mingchi menegaskan bahwa Apple telah mengurangi pesanan komponen iPhone Air secara signifikan. Produksi dipangkas hingga 80% pada kuartal pertama 2026, menunjukkan bahwa perusahaan mulai realistis terhadap permintaan pasar yang lemah.

Samsung pun menghadapi nasib serupa. Setelah Galaxy S25 Edge gagal memenuhi target, perusahaan asal Korea Selatan itu memutuskan tidak akan melanjutkan lini ultra-tipis untuk seri Galaxy S26. Sebagai gantinya, Samsung akan kembali ke strategi tiga pilar andalan: S26 Pro, S26 Plus, dan S26 Ultra—model yang lebih seimbang antara performa, fitur, dan harga.

Tren Baru: Konsumen Mencari “Fungsi, Bukan Bentuk”

Tren ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin sadar bahwa smartphone bukan hanya alat gaya hidup, tapi juga alat produktivitas.

Konsumen kini lebih mencari:

  • Daya tahan baterai tinggi, terutama bagi pengguna aktif atau mobile worker.
  • Performa stabil untuk multitasking dan gaming.
  • Kamera lengkap, meskipun tidak selalu digunakan setiap hari.
  • Harga rasional sesuai manfaat nyata yang dirasakan.

Desain tetap penting, tetapi bukan lagi faktor utama dalam pengambilan keputusan pembelian. Banyak pengguna justru menilai ketipisan ekstrem membuat ponsel terasa rapuh dan cepat panas.

Baca Juga: Pilihan HP POCO Terbaik untuk Semua Kebutuhan: Dari Entry Level Hingga Flagship

Arah Industri Smartphone di Masa Depan

Kegagalan iPhone Air dan Galaxy S25 Edge menjadi pelajaran berharga bagi seluruh industri. Ke depan, produsen tampaknya akan lebih fokus pada disrupsi fungsional, seperti teknologi kamera AI, integrasi perangkat wearable, atau efisiensi daya chip.

Selain itu, tren AI smartphone diperkirakan akan mendominasi pasar pada 2026–2027. Alih-alih membanggakan bodi ramping, produsen akan bersaing pada fitur kecerdasan buatan, personalisasi sistem, dan interaksi natural pengguna dengan perangkat.

Fenomena penurunan penjualan iPhone Air dan Galaxy S25 Edge menjadi bukti nyata bahwa era mengutamakan ketipisan sudah berakhir. Pasar kini bergerak ke arah keseimbangan antara desain, performa, dan efisiensi daya.

Baik Apple maupun Samsung telah belajar bahwa inovasi sejati bukan sekadar soal tampilan luar, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat memberi nilai tambah bagi penggunanya.


Berita Terkait


News Update