POSKOTA.CO.ID - Setiap kali terjadi reshuffle kabinet, publik bukan hanya memperhatikan siapa yang masuk dan keluar, melainkan juga bagaimana latar belakang hingga harta kekayaan pejabat yang baru dilantik.
Transparansi ini menjadi penting mengingat pejabat publik adalah pelayan rakyat.
Salah satu instrumen resmi yang mencerminkan keterbukaan itu adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN memberi gambaran tentang aset, tanah, bangunan, kendaraan, hingga utang pejabat negara.
Ferry Juliantono: Menteri Koperasi dengan Harta Rp52,3 Miliar
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjadi nama dengan harta kekayaan tertinggi di antara menteri baru. Menurut laporan LHKPN, total hartanya mencapai Rp52,3 miliar.
Aset utamanya berasal dari kepemilikan tujuh bidang tanah di Tangsel, Jakarta Selatan, Bogor, Badung, Gianyar, dan Klungkung senilai hampir Rp49 miliar. Koleksi kendaraan mewah seperti BMW X5 Xdrive, Mercedes S400, Toyota Alphard, dan Honda HR-V menambah nilai Rp3,3 miliar.
Meski memiliki harta besar, Ferry tercatat juga mempunyai utang Rp5 miliar. Hal ini menempatkan dirinya sebagai pejabat kaya dengan beban finansial yang tetap harus diperhitungkan.
Purbaya Yudhi Sadewa: Menteri Keuangan Baru dengan Harta Rp39,2 Miliar
Pengganti Sri Mulyani di kursi Menteri Keuangan adalah Purbaya Yudhi Sadewa. Ia melaporkan harta senilai Rp39,2 miliar.
Kekayaannya didominasi oleh tiga bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai Rp30,5 miliar. Koleksi enam kendaraan, mulai dari Mercedes-Benz hingga motor Honda Vario, menyumbang nilai Rp3,6 miliar.
Sebagai ekonom yang lama berkecimpung di sektor keuangan, Purbaya memiliki likuiditas cukup baik dengan kas Rp4,2 miliar, tanpa utang yang membebani.
Mukhtarudin: Menteri P2MI dengan Harta Rp17,9 Miliar
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melaporkan harta Rp17,9 miliar. Sumber kekayaan utamanya adalah 21 bidang tanah dan bangunan di Bekasi, Kotawaringin Barat, serta Jakarta Selatan dengan nilai Rp16 miliar.
