Ia menduga kuat bahwa dana tersebut berasal dari uang rakyat, mungkin pajak, sehingga menuntut transparansi penuh. "Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware," tegasnya.
Baca Juga: Siapa Anak dan Istri Eko Patrio? Ini Jejak Keluarga yang Diduga Tengah Berada di Tiongkok Saat Demo
Ajakan untuk Menolak dan Bersikap Kritis

Jerome juga mengimbau sesama influencer, artis, dan agency untuk menolak tawaran serupa. Ia meminta mereka tidak tergiur iming-iming bayaran tinggi yang justru bisa merugikan masyarakat.
"Dear agency dan KOL, aku mohon untuk kali ini, jangan korbanin rakyat buat kepentingan kalian sendiri. Semua lagi susah, kita berjuang bersama, yah? Tolong," imbaunya.
Dukungan juga datang dari CEO Mantappucorp, Jehian Panangian Sijabat, yang membenarkan bahwa tawaran tersebut memang ditujukan kepada agensi mereka. Ia bahkan membagikan nomor telepon yang diduga menjadi sumber tawaran: +62383847940369.
Baca Juga: Profil Vestas: Perusahaan Energi Angin Global yang Jadi Tempat Kerja Salsa Erwina Hutagalung
Peringatan untuk Publik
Jerome mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah dan terus mengawal isu ini. Menurutnya, penggunaan dana publik untuk membentuk narasi yang menutupi masalah nyata adalah langkah yang ironis dan tidak dapat dibiarkan.
"Uang rakyat dipakai buat bikin narasi-narasi untuk pencitraan seolah semua baik-baik saja, jangan sampai lengah, jangan terpecah belah, kawal terus," tegas Jerome.
Dengan keberaniannya membongkar praktik ini, Jerome Polin mengajak semua pihak untuk lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap penggunaan dana publik serta konten yang disebarkan di media sosial.