POSKOTA.CO.ID - Sebuah insiden tragis mengoyak rasa kemanusiaan kita bersama. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol), meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.
Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah kericuhan unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI. Kematian Affan tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, tetapi juga memicu gelombang kemarahan nasional.
Publik menuntut pertanggungjawaban dan keadilan atas tewasnya warga biasa yang hanya sedang mencari nafkah.
Di tengah luapan emosi masyarakat, suara Influencer ternama Jerome Polin turut menyuarakan kritik pedas. Melalui akun Instagram @jeromepolin, pria 27 tahun itu menyampaikan kegeraman dan keprihatinannya yang mendalam.
Baca Juga: Tolak Tantangan Debat Salsa, Ini Latar Belakang Pendidikan Ahmad Sahroni yang Dipertanyakan Netizen
"Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibelinya pakai uang pajak rakyat," tulis Jerome Polin dengan nada geram.
"Rakyat yang ingin menuntuk HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," imbuhnya, menyoroti ironi yang terlihat jelas dalam peristiwa ini.
Jerome juga tidak luput mengkritik sikap para wakil rakyat yang dinilainya abai. Ia menyindir para anggota dewan yang memilih bekerja dari rumah (WFH) saat unjuk rasa berlangsung, justru ketika suara rakyat seharusnya didengar.
"Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo," sindirnya. "Malah ngatain rakyat 'tolol'. Malah semena-mena. Ironis... sedih sekali."
Dalam caption postingannya, Jerome Polin mengajak masyarakat untuk bergerak dan tidak lagi bersikap apatis. Ia menegaskan bahwa hak-hak rakyat harus diperjuangkan.
"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita," tegasnya. "Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan."