POSKOTA.CO.ID - Nama Salsa Erwina Hutagalung belakangan mencuat di ruang publik setelah keberaniannya menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ucapannya yang mengkritik keras istilah “orang totol sedunia” menjadi sorotan banyak pihak.
Namun di balik sikap kritisnya, Salsa bukan sosok biasa. Ia merupakan alumni Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memiliki rekam jejak gemilang dalam dunia akademik dan kompetisi debat internasional.
Sejak masih mahasiswa, Salsa telah dikenal sebagai figur berprestasi. Pada tahun 2012, ia mewakili Indonesia dalam ajang debat internasional di Berlin.
Dua tahun kemudian, ia menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara debat se-Asia Pasifik 2014. Capaian itu semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu talenta intelektual muda Indonesia.
Tak berhenti di sana, Salsa juga berhasil masuk dalam 10 besar mahasiswa berprestasi nasional 2014 versi Kementerian Pendidikan. Semua pencapaian ini menunjukkan betapa dedikasi dan kecerdasannya telah teruji sejak usia muda.
Baca Juga: Rute Transjakarta 29 Agustus 2025 Dialihkan, Ini Daftar Terbarunya
Karier Internasional: Dari Malaysia ke Denmark
Banyak orang bertanya-tanya apa sebenarnya profesi Salsa Erwina saat ini? Jawabannya mungkin mengejutkan.
Saat ini, Salsa berkarier di Vestas, sebuah perusahaan multinasional asal Denmark yang bergerak di bidang energi terbarukan, khususnya turbin angin. Perusahaan yang berdiri sejak 1945 dan berbasis di Aarhus ini merupakan salah satu raksasa dunia dalam penyediaan solusi energi bersih.
Melalui profil LinkedIn-nya, diketahui bahwa Salsa menjabat sebagai Agile Portfolio Specialist di Vestas selama hampir tiga tahun terakhir. Posisi ini menuntut kepemimpinan, strategi, serta kemampuan manajemen yang mumpuni sebuah bukti lain dari kapasitas intelektual dan profesional yang ia miliki.
Sebelum bergabung dengan Vestas, Salsa pernah menduduki posisi Head of Business Development di perusahaan e-commerce lintas negara, iPrice Group yang berbasis di Malaysia. Pengalaman ini memperlihatkan betapa Salsa mampu menavigasi dunia kerja internasional dengan baik, berbekal latar belakang akademik dan keterampilan komunikasi yang mumpuni.
Aktivisme dan Kritik Publik
Meski menetap jauh dari Indonesia, Salsa tidak pernah memutus keterikatan dengan tanah air. Ia aktif mengomentari berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi yang sedang hangat di Indonesia.