POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi resmi mengumumkan batas waktu pelaksanaan ibadah Umrah 2026. Pengumuman ini menjadi acuan penting bagi calon jamaah, penyelenggara perjalanan ibadah, serta seluruh pihak terkait agar proses keberangkatan berlangsung tertib dan sesuai regulasi.
Melalui Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, pemerintah menegaskan bahwa seluruh aktivitas Umrah akan dihentikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Tidak akan ada perpanjangan masa visa Umrah 2026 maupun pengecualian setelah tanggal penutupan resmi diberlakukan.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut musim Haji 2026, di mana layanan dan operasional di Tanah Suci akan sepenuhnya difokuskan untuk penyelenggaraan ibadah haji.
Jadwal Penutupan Musim Umrah 2026
Berikut jadwal resmi yang wajib diperhatikan jamaah Umrah 2026:
- Batas akhir penerbitan visa Umrah: 19 Maret 2026
- Batas terakhir kedatangan jamaah Umrah di Arab Saudi: 2 April 2026
- Batas akhir kepulangan jamaah Umrah dari Arab Saudi: 18 April 2026
Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh jamaah harus menyesuaikan jadwal perjalanan dengan ketentuan tersebut. Jamaah yang melewati batas waktu berpotensi menghadapi kendala administratif maupun imigrasi.
Imbauan Penting untuk Jamaah dan Travel Umrah
Agar perjalanan ibadah berjalan lancar, Kementerian Haji dan Umrah memberikan sejumlah imbauan penting, di antaranya:
- Jamaah tidak menunda proses pendaftaran Umrah
- Travel resmi diminta menyusun jadwal keberangkatan dengan margin waktu aman
- Menghindari keberangkatan terlalu dekat dengan masa penutupan visa
- Langkah ini bertujuan mencegah risiko jamaah tertahan akibat penyesuaian operasional menjelang musim haji.
Pemerintah Indonesia Siapkan Mitigasi untuk Jamaah Umrah
Di tengah dinamika keamanan kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia juga melakukan langkah mitigasi khusus terhadap jamaah Umrah Indonesia di Arab Saudi.
Staf Teknis Urusan Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa tim khusus telah disiapkan untuk mengantisipasi gangguan penerbangan.
"KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi Jamaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan," ujar Ilham dalam keterangannya, dikutip Senin, 2 Maret 2026.
