LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Lebak, Senin, 2 Maret 2026, sore WIB.
Dalam aksi tersebut, massa memberikan rapor merah terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah.
Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan daerah, mulai infrastruktur jalan, pendidikan, layanan kesehatan, angka kemiskinan, hingga anggaran pembangunan Alun-alun Rangkasbitung.
"Hari ini kami aksi dalam rangka evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Ada kurang lebih 14 tuntutan yang kami sampaikan dari berbagai aspek," kata koordinator lapangan aksi, Musail Waedurat, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga: Situ Cilembun di Lebak Jadi Tempat Favorit Warga Ngabuburit Selama Ramadhan
Dalam aksi itu, massa mempertanyakan penataan Alun-Alun Rangkasbitung. Menurutnya, proses penentuan tender pembangunan cukup janggal.
Adapun perusahana yang terpilih dalam tender tersebut, ialah PT Multijaya. Perusahaan itu baru terdaftar pada September 2025 dan dinilai belum memiliki pengalaman konstruksi sesuai persyaratan tender.
"Berdasarkan hasil temuan kami di lapangan, dari 11 pemenang tender yang mendaftar untuk proyek renovasi alun-alun, tidak ada satu pun yang lolos verifikasi. Namun tiba-tiba ada satu perusahaan yang dinyatakan menang," ujarnya.
Mahasiswa mengaku tidak puas dengan hasil audiensi bersama Wakil Bupati. Mereka menilai belum ada solusi konkret atas berbagai persoalan yang disampaikan.
Baca Juga: Menjemput Berkah dari Kolang-Kaling Kampung Cibulung Lebak
Menurut Musail, massa akan tetap bertahan hingga Bupati Lebak bersedia menemui mereka secara langsung.
