Setelah proses instalasi, hanya muncul tampilan progress 1 persen hingga 100 persen. Tanpa disadari, pelaku diduga mengaktifkan fitur aksesibilitas dan mengendalikan HP dari jarak jauh untuk mengakses aplikasi keuangan milik Adrian.
Akibatnya, uang Rp66 juta di rekeningnya raib. Adrian telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan pihak bank.
"Sudah buat laporan kepolisian. Buat laporan sebenarnya hanya untuk keperluan laporan ke bank, tapi belum ada update lagi dari pihak bank," ujarnya.
Baca Juga: Petugas Kebersihan di Bekasi Kewalahan Atasi Sampah, Armada Pengangkut Kurang
Adrian mengaku tidak curiga karena tampilan aplikasi palsu sangat mirip dengan versi resmi milik pemerintah.
"Sepengalaman saya, website dari pemerintah memang mirip-mirip aja. Apps-nya kalau dari ikonnya persis seperti yang dari Disdukcapil," ungkapnya. (cr-3)
