Ilustrasi scan retina, aplikasi World App. (Sumber: Freepik)

Nasional

World App Disorot! Iming-iming Uang Rp800 Ribu dan Ancaman Privasi Biometrik

Senin 05 Mei 2025, 20:28 WIB

POSKOTA.CO.ID - Baru-baru ini sedang viral aplikasi World App atau World ID yang memberi iming-iming keuntungan Rp800 ribu untuk pengguna.

Cara mendapatkan hadiahnya cukup sensitif dimana pengguna harus melakukan verifikasi biometrik dengan cara scan retina.

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah membekukan sementara aplikasi ini.

Alasannya karena berpotensi melanggar privasi dan penyalahgunaan data pribadi penguna. Simak info selengkapnya.

Baca Juga: World App Ditutup di Indonesia: Bahaya di Balik Janji Uang Gratis hingga Rp800.000 dari Scan Retina

Apa Itu World App?

World App adalah sebuah aplikasi identitas digital berbasis blockchain yang dikembangkan oleh Tools for Humanity dan dipimpin oleh Sam Altman, CEO OpenAI.

Aplikasi ini bertujuan menciptakan sistem verifikasi manusia digital bernama World ID.

Selain itu, aplikasinya diklaim dapat membedakan manusia sungguhan dari bot atau akun palsu di era kecerdasan buatan.

Proses verifikasi World App dilakukan menggunakan Orb, perangkat pemindai retina yang merekam pola iris mata pengguna.

Baca Juga: Mengenal World App, Teknologi yang Dibekukan oleh Kemkomdigi

Setelah lolos verifikasi, pengguna akan mendapatkan World ID yang dapat digunakan untuk mengakses ekosistem kripto Worldcoin dan berbagai layanan digital lainnya.

Yang membuat aplikasi ini viral adalah imbalan berupa token Worldcoin (WLD), yang dapat dicairkan ke dalam uang tunai berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung pada nilai tukar Worldcoin saat itu.

VIral Scan Retina Dapat Rp800 Ribu

Iming-iming uang tunai menjadi magnet utama. Sebelumnya viral seorang warga asal Bekasi melakukan scan retina dan mendapatkan uang Rp800 ribu.

Banyak masyarakat yang mengantri di titik-titik pendaftaran resmi World App di berbagai kota, meskipun tidak sepenuhnya memahami risiko yang mungkin timbul dari pengumpulan data biometrik mereka.

Baca Juga: Tak Hanya Indonesia, World App Dikecam Sejumlah Negara: Isu Privasi dan Keamanan Jadi Sorotan Global

Menurut informasi di situs resminya, Orb tidak menyimpan gambar retina.

Namun, kekhawatiran tetap muncul karena verifikasi biometrik menyangkut privasi mendalam seseorang yang sulit diubah jika bocor atau disalahgunakan.

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas.

Pada akhir April 2025, pemerintah resmi membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) World App, Worldcoin, dan WorldID karena ditemukannya potensi pelanggaran privasi.

Baca Juga: Kemkomdigi Ungkap World App Beroperasi Tanpa Izin Resmi di Indonesia

Komdigi menyatakan perlunya audit menyeluruh terhadap cara aplikasi ini mengelola, menyimpan, dan menggunakan data biometrik warga Indonesia.

Sikap ini menjadi langkah preventif agar data sensitif tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahaya Pengumpulan Data Biometrik

Penggunaan retina untuk verifikasi identitas digital menimbulkan perdebatan besar.

Berbeda dengan kata sandi atau email yang bisa diganti, data biometrik seperti retina bersifat permanen dan tidak bisa diubah.

Jika data ini bocor, dampaknya bisa bersifat jangka panjang. Beberapa risiko pengumpulan data biometrik tanpa transparansi yang jelas antara lain:

Klarifikasi dari Pihak World App

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak Worldcoin menyatakan bahwa Orb tidak menyimpan gambar retina pengguna dan hanya menghasilkan 'kode kriptografik' unik yang digunakan untuk verifikasi.

Selain itu, pengguna juga diberikan opsi untuk tidak mengaitkan World ID mereka dengan identitas pribadi seperti nama atau email.

Namun, banyak pihak menilai pernyataan ini belum cukup meyakinkan, terutama bagi masyarakat yang belum memahami teknologi blockchain dan keamanan data digital.

Siapa di Balik World App?

Sam Altman, CEO dari OpenAI, adalah tokoh di balik Worldcoin dan World App. Ia dikenal sebagai sosok inovatif yang berhasil membawa teknologi ChatGPT ke panggung dunia.

Kini dengan World App, Altman ingin menjawab tantangan dari era AI, bagaimana memastikan bahwa manusia tetap menjadi identitas utama di tengah gempuran konten dan akun yang digerakkan oleh mesin.

Dalam pernyataannya, Altman menyatakan bahwa tujuan World App adalah menjaga keistimewaan manusia di dunia digital yang semakin otomatis.

World App memang menawarkan terobosan baru dalam identitas digital dan memberikan insentif nyata bagi pengguna.

Namun, penting bagi masyarakat untuk tetap kritis dan waspada, terutama saat menyangkut data pribadi yang sangat sensitif seperti biometrik retina.

Langkah pemerintah membekukan sementara layanan ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi adalah prioritas.

Bagi pengguna, penting untuk membaca kebijakan privasi, memahami potensi risikonya, dan tidak tergiur semata oleh imbalan materi.

Tags:
Bahaya scan retina di aplikasi World AppOpenAIaplikasi viralWorld App IndonesiaWorld App viralWorld IDWorld App

Muhammad Faiz Sultan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor