World App dan Iming-Iming Uang: Inovasi atau Ancaman Privasi?

Senin 05 Mei 2025, 12:15 WIB
Tampilan aplikasi World App coin yang sedang viral. (Sumber: Worldcoin)

Tampilan aplikasi World App coin yang sedang viral. (Sumber: Worldcoin)

POSKOTA.CO.ID - Belakangan ini sedang viral aplikasi World App atau World ID yang kabarnya memberikan keuntungan kepada pengguna sebesar Rp800 ribu dari rekam retina.

Namun pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah membekukan sementara aplikasi karena dianggap berpotensi merugikan masyarakat.

"World App belum memiliki izin operasional di Indonesia. Aktivitasnya dinilai berisiko dan dapat merugikan masyarakat," tegas Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Lantas apa sebenarnya aplikasi World App yang sedang viral ini dan siapa dibalik kepopulerannya tersebut. Berikut informasi lengkapnya.

Baca Juga: Viral World App Tawarkan Imbalan Rp800 Ribu: Apa Itu dan Amankah Scan Retina untuk Uang?

Apa Itu World App?

World App adalah sebuah aplikasi identitas digital berbasis blockchain yang dikembangkan oleh Tools for Humanity dan dipimpin oleh Sam Altman, CEO OpenAI.

Aplikasi ini bertujuan menciptakan sistem verifikasi manusia digital bernama World ID, yang diklaim dapat membedakan manusia sungguhan dari bot atau akun palsu di era kecerdasan buatan.

Proses verifikasi World App dilakukan menggunakan Orb, perangkat pemindai retina yang merekam pola iris mata pengguna.

Setelah lolos verifikasi, pengguna akan mendapatkan World ID yang dapat digunakan untuk mengakses ekosistem kripto Worldcoin dan berbagai layanan digital lainnya.

Yang membuat aplikasi ini viral adalah imbalan berupa token Worldcoin (WLD), yang dapat dicairkan ke dalam uang tunai berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp800 ribu, tergantung pada nilai tukar Worldcoin saat itu.

Baca Juga: Iming-Iming Uang dari World App, Warga Diminta Daftarkan Retina: Begini Penjelasan dan Reaksi di Indonesia

Alasan Viral: Uang Tunai dari Verifikasi Retina

Iming-iming uang tunai menjadi magnet utama. Banyak masyarakat yang mengantri di titik-titik pendaftaran resmi World App di berbagai kota, meskipun tidak sepenuhnya memahami risiko yang mungkin timbul dari pengumpulan data biometrik mereka.

Menurut informasi di situs resminya, Orb tidak menyimpan gambar retina. Namun, kekhawatiran tetap muncul karena verifikasi biometrik menyangkut privasi mendalam seseorang yang sulit diubah jika bocor atau disalahgunakan.

Tanggapan Pemerintah Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah tegas. Pada akhir April 2025, pemerintah resmi membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) World App, Worldcoin, dan WorldID karena ditemukannya potensi pelanggaran privasi.

Komdigi menyatakan perlunya audit menyeluruh terhadap cara aplikasi ini mengelola, menyimpan, dan menggunakan data biometrik warga Indonesia. Sikap ini menjadi langkah preventif agar data sensitif tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahaya Pengumpulan Data Biometrik

Penggunaan retina untuk verifikasi identitas digital menimbulkan perdebatan besar.

Berbeda dengan kata sandi atau email yang bisa diganti, data biometrik seperti retina bersifat permanen dan tidak bisa diubah. Jika data ini bocor, dampaknya bisa bersifat jangka panjang.

Beberapa risiko pengumpulan data biometrik tanpa transparansi yang jelas antara lain:

  • Penyalahgunaan untuk pengawasan massal
  • Perdagangan data ke pihak ketiga
  • Potensi serangan siber yang menyasar data biometrik
  • Pelacakan aktivitas online atau fisik individu

Klarifikasi dari Pihak World App

Menanggapi kekhawatiran tersebut, pihak Worldcoin menyatakan bahwa Orb tidak menyimpan gambar retina pengguna dan hanya menghasilkan “kode kriptografik” unik yang digunakan untuk verifikasi.

Selain itu, pengguna juga diberikan opsi untuk tidak mengaitkan World ID mereka dengan identitas pribadi seperti nama atau email.

Namun, banyak pihak menilai pernyataan ini belum cukup meyakinkan, terutama bagi masyarakat yang belum memahami teknologi blockchain dan keamanan data digital.

Siapa di Balik World App?

Sam Altman, CEO dari OpenAI, adalah tokoh di balik Worldcoin dan World App. Ia dikenal sebagai sosok inovatif yang berhasil membawa teknologi ChatGPT ke panggung dunia.

Kini, dengan World App, Altman ingin menjawab tantangan dari era AI bagaimana memastikan bahwa manusia tetap menjadi identitas utama di tengah gempuran konten dan akun yang digerakkan oleh mesin.

Dalam pernyataannya, Altman menyatakan bahwa tujuan World App adalah menjaga keistimewaan manusia di dunia digital yang semakin otomatis.


Berita Terkait


News Update