Memasang aplikasi keamanan seperti Norton Mobile Security, Avast Mobile Security, atau Kaspersky Mobile dapat menjadi benteng perlindungan tambahan terhadap aktivitas mencurigakan. Aplikasi ini akan memberikan peringatan jika ada aplikasi yang mencoba mengakses data sensitif secara ilegal.
Selain itu, banyak aplikasi keamanan yang menyediakan fitur pemindai malware dan pelacak aplikasi berbahaya, sehingga pengguna dapat segera menghapus aplikasi yang berpotensi mengancam keamanan data.
4. Hindari Membuka Tautan Asing atau Tidak Jelas
Tautan dari sumber yang tidak diketahui atau mencurigakan bisa menjadi sarana phising. Metode ini sangat umum dilakukan oleh sindikat pinjol ilegal untuk menyusup ke sistem ponsel pengguna dan mengakses informasi penting.
Pastikan untuk tidak mengklik tautan yang dikirimkan melalui SMS, WhatsApp, atau media sosial, terlebih jika berasal dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
5. Aktifkan Fitur Verifikasi Dua Langkah di WhatsApp
WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan dalam komunikasi digital, termasuk oleh pinjol untuk menyebar pesan penagihan atau intimidasi. Oleh karena itu, aktifkan fitur two-step verification atau verifikasi dua langkah untuk menambahkan lapisan keamanan ekstra.
Dengan fitur ini, setiap kali akun WhatsApp akan diakses dari perangkat baru, sistem akan meminta PIN khusus yang hanya diketahui oleh pemiliknya. Hal ini dapat mencegah peretasan atau penyalahgunaan akun WhatsApp oleh pihak ketiga.
6. Rutin Backup Kontak dan Data ke Cloud
Melakukan backup data secara berkala ke layanan cloud seperti Google Drive atau iCloud sangat penting untuk mitigasi risiko kehilangan data. Jika sewaktu-waktu perangkat harus disetel ulang atau aplikasi berbahaya perlu dihapus, data penting seperti kontak tetap tersimpan aman di server cloud.
Langkah ini juga membantu dalam pemulihan data pasca serangan digital atau infeksi aplikasi berbahaya.
7. Hapus Aplikasi yang Tidak Lagi Digunakan
Aplikasi yang sudah lama tidak digunakan bisa menjadi titik masuk bagi peretas atau malware, terutama jika aplikasi tersebut tidak diperbarui. Maka dari itu, lakukan pengecekan berkala setiap satu atau dua bulan sekali terhadap semua aplikasi di ponselmu.
Jika ada aplikasi yang tidak digunakan lagi dan berasal dari pengembang yang tidak jelas, sebaiknya segera dihapus.
8. Gunakan DNS dan VPN untuk Keamanan Tambahan
Sebagai perlindungan tambahan, pengguna dapat mengaktifkan DNS aman atau menggunakan VPN terpercaya. DNS seperti Cloudflare 1.1.1.1 atau Google DNS dapat membantu menyaring situs dan server berbahaya sebelum terhubung ke perangkat.
VPN juga dapat mengenkripsi koneksi internet, sehingga aktivitas pengguna tidak mudah dilacak oleh pihak ketiga termasuk pengelola aplikasi jahat.
