Diperkirakan bahwa mahasiswa pertukaran dari Finlandia yang kembali dari Amerika membawa langkah-langkah Bunny Hop dan mengadaptasinya menjadi Letkajenkka.
Sementara itu, tarian Hora adalah tarian tradisional Yahudi yang juga dilakukan dalam formasi lingkaran dengan gerakan berulang.
Meskipun ada kesamaan dalam formasi dan semangat komunitas, langkah-langkah spesifik dan ritme Hora berbeda dari Letkajenkka.
Alasan Letkajenkka Kembali Viral
Popularitas Letkajenkka yang kembali muncul di media sosial dapat dikaitkan dengan beberapa faktor:
- Kemiripan dengan Tren Tarian Modern: Gerakan sederhana dan formasi barisan dalam Letkajenkka mirip dengan beberapa tren tarian modern yang sedang viral, seperti "joget minta THR".
- Kesederhanaan dan Kesenangan: Langkah-langkah yang mudah dipelajari dan sifatnya yang menyenangkan membuat Letkajenkka menarik bagi berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
- Nostalgia dan Kebangkitan Budaya Retro: Kembalinya minat pada musik dan tarian dari era sebelumnya telah mendorong orang untuk mengeksplorasi dan menghidupkan kembali tarian seperti Letkajenkka.
Pengaruh Letkajenkka di Berbagai Negara
Setelah popularitas awalnya di Finlandia, Letkajenkka menyebar ke berbagai negara dan diadaptasi dalam berbagai budaya:
- Jepang: Lagu "Letkis" diterjemahkan dan dibawakan oleh Kyu Sakamoto dengan judul "Retto Kisu (Jenka)", menunjukkan penerimaan tarian ini di Jepang.
- Jerman: Versi instrumental "Letkiss" oleh Roberto Delgado menjadi hit di Jerman, dan tarian ini dikenal luas di sana.
- Negara Lain: Di berbagai negara Eropa lainnya, Letkajenkka diadaptasi dengan lirik dan judul lokal, menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik universal dari tarian ini.
Letkajenkka adalah contoh menarik dari bagaimana tarian tradisional dapat berevolusi dan mendapatkan kembali popularitas di era modern.
Kesederhanaan gerakannya, dikombinasikan dengan semangat komunitas yang ditawarkannya, menjadikan tarian ini abadi dan terus relevan di berbagai budaya.
Kebangkitannya di media sosial menunjukkan bahwa tarian seperti Letkajenkka masih memiliki tempat khusus di hati banyak orang, menghubungkan generasi dan budaya melalui ritme dan gerakan yang menyenangkan.
