Tarian Letkajenkka Disebut Mirip Hora Muter Muter dan Joget Bagi THR, Ini Penjelasan Sejarahnya

Jumat 04 Apr 2025, 16:08 WIB
Letkajenkka, tarian rakyat Finlandia yang kembali populer di media sosial dipaki unutk joget bagi-bagi THR. Mirip tarian Yahudi?

Letkajenkka, tarian rakyat Finlandia yang kembali populer di media sosial dipaki unutk joget bagi-bagi THR. Mirip tarian Yahudi?

POSKOTA.CO.ID - Tarian Letkajenkka, atau sering disebut "Letkis", adalah tarian asal Finlandia yang sempat menjadi sensasi global pada tahun 1960-an.

Baru-baru ini, tarian ini kembali viral di media sosial, terutama karena kemiripannya dengan tarian Hora dari tradisi Yahudi dan tren "joget minta THR".

Artikel ini akan membahas sejarah, karakteristik, dan alasan di balik popularitas Letkajenkka, serta hubungannya dengan tarian lain seperti Hora dan Bunny Hop.​

Baca Juga: Selamat! 5 Zodiak Ini Paling Beruntung pada 5 April 2025, Berlimpah Rezeki Terus

Sejarah dan Asal-Usul Letkajenkka

Letkajenkka berasal dari Finlandia dan merupakan adaptasi modern dari tarian rakyat tradisional Finlandia yang disebut "Jenkka".

Perbedaannya terletak pada penggunaan instrumen musik modern seperti gitar listrik dan drum dalam Letkajenkka, berbeda dengan Jenkka tradisional yang biasanya diiringi oleh biola dan akordeon.

Komposer Erik Lindström memperkenalkan genre ini melalui lagunya yang berjudul "Letkajenkka", yang kemudian dipopulerkan oleh band The Adventurers.

Tak lama setelah itu, Rauno Lehtinen menciptakan lagu "Letkis" yang semakin mempopulerkan tarian ini di kancah internasional.

Karakteristik Gerakan Tarian Letkajenkka

Tarian Letkajenkka dilakukan dalam formasi barisan, mirip dengan tarian Conga, di mana setiap penari memegang bahu atau pinggang penari di depannya. Pola langkah dasar tarian ini adalah sebagai berikut:​

  1. Tendang ke kiri dengan kaki kiri dan kembali ke posisi semula.​
  2. Ulangi tendangan ke kiri.​
  3. Tendang ke kanan dengan kaki kanan dan kembali ke posisi semula.​
  4. Ulangi tendangan ke kanan.​
  5. Lompat maju dengan kedua kaki bersama.​
  6. Lompat mundur dengan kedua kaki bersama.​
  7. Lompat maju tiga kali dengan kedua kaki bersama.​

Langkah-langkah ini kemudian diulang sepanjang tarian. ​

Hubungan dengan Tarian Bunny Hop dan Hora

Letkajenkka memiliki kemiripan dengan tarian Bunny Hop yang berasal dari Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Kedua tarian ini melibatkan formasi barisan dan pola langkah yang serupa, meskipun Letkajenkka dimulai dengan kaki kiri, sedangkan Bunny Hop dimulai dengan kaki kanan.

Diperkirakan bahwa mahasiswa pertukaran dari Finlandia yang kembali dari Amerika membawa langkah-langkah Bunny Hop dan mengadaptasinya menjadi Letkajenkka. ​

Sementara itu, tarian Hora adalah tarian tradisional Yahudi yang juga dilakukan dalam formasi lingkaran dengan gerakan berulang.

Meskipun ada kesamaan dalam formasi dan semangat komunitas, langkah-langkah spesifik dan ritme Hora berbeda dari Letkajenkka.​

Alasan Letkajenkka Kembali Viral

Popularitas Letkajenkka yang kembali muncul di media sosial dapat dikaitkan dengan beberapa faktor:​

  1. Kemiripan dengan Tren Tarian Modern: Gerakan sederhana dan formasi barisan dalam Letkajenkka mirip dengan beberapa tren tarian modern yang sedang viral, seperti "joget minta THR".​
  2. Kesederhanaan dan Kesenangan: Langkah-langkah yang mudah dipelajari dan sifatnya yang menyenangkan membuat Letkajenkka menarik bagi berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.​
  3. Nostalgia dan Kebangkitan Budaya Retro: Kembalinya minat pada musik dan tarian dari era sebelumnya telah mendorong orang untuk mengeksplorasi dan menghidupkan kembali tarian seperti Letkajenkka.​

Baca Juga: Jordi Amat Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Jadi Rebutan Persib Bandung dan Bali United, Akankah Hijrah ke Liga 1?

Pengaruh Letkajenkka di Berbagai Negara

Setelah popularitas awalnya di Finlandia, Letkajenkka menyebar ke berbagai negara dan diadaptasi dalam berbagai budaya:​

  • Jepang: Lagu "Letkis" diterjemahkan dan dibawakan oleh Kyu Sakamoto dengan judul "Retto Kisu (Jenka)", menunjukkan penerimaan tarian ini di Jepang.
  • Jerman: Versi instrumental "Letkiss" oleh Roberto Delgado menjadi hit di Jerman, dan tarian ini dikenal luas di sana.
  • Negara Lain: Di berbagai negara Eropa lainnya, Letkajenkka diadaptasi dengan lirik dan judul lokal, menunjukkan fleksibilitas dan daya tarik universal dari tarian ini.​

Letkajenkka adalah contoh menarik dari bagaimana tarian tradisional dapat berevolusi dan mendapatkan kembali popularitas di era modern.

Kesederhanaan gerakannya, dikombinasikan dengan semangat komunitas yang ditawarkannya, menjadikan tarian ini abadi dan terus relevan di berbagai budaya.

Kebangkitannya di media sosial menunjukkan bahwa tarian seperti Letkajenkka masih memiliki tempat khusus di hati banyak orang, menghubungkan generasi dan budaya melalui ritme dan gerakan yang menyenangkan.​


Berita Terkait


News Update