Mendagri Kukuhkan Kepengurusan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET)

Rabu 03 Mar 2021, 12:35 WIB
Mendagri saat pengukuhan kepengurusan  (ADPMET) Periode 2020-2025. (ist)
Mendagri saat pengukuhan kepengurusan  (ADPMET) Periode 2020-2025. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengukuhkan Kepengurusan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Periode 2020-2025, di Jakarta, Selasa (2/3/2021) siang.

Dalam sambutannya, Tito mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan.

"Terlebih Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki energi matahari atau solar energi yang tidak pernah habis," terang Tito yang disiarkan melalui kanal video conference.

Baca juga: PKS Minta BPH Migas Tingkatkan Pengawasan BBM

Mantan Kapolri ini mengungkapkan, kita juga memiliki energi air, baik laut maupun sungai yang sangat banyak, ini juga energi. Di samping itu, Indonesia juga memiliki potensi bioenergi yang cukup besar dengan beragam tanaman yang dapat dimanfaatkan, seperti sawit dan jagung.

“Kemudian juga kita memiliki potensi yang sangat besar untuk jenis energi yang lain dengan adanya nikel misalnya,” tandas Mendagri.

Menurut Tito, perkembangan dunia saat ini menuju pada energi terbarukan, karena energi fosil kian lama bakal makin hilang. Berbagai penemuan teknologi pun banyak memunculkan energi-energi terbarukan.

“Kita akan menuju kepada energi terbarukan, berbagai invensi penemuan teknologi dan kita sudah melihat bahwa banyak sekali energi-energi terbarukan yang muncul, dan Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa,” papar Tito.

Baca juga: PLTA Rajamandala Cianjur Wujud PLN Optimalkan Energi Baru Terbarukan

Sementara itu, kata Tito, kebutuhan energi diperkirakan terus mengalami peningkatan sebagai dampak pertumbuhan ekonomi dan pertambahan jumlah penduduk. Apalagi Indonesia sendiri akan mengalami bonus demografi.

“Makin banyak orang makin banyak kebutuhannya, kemudian makin banyak interaksi semakin banyak juga kebutuhannya. Dan ini memerlukan energi sebagai bagian modal penting dalam kegiatan tersebut,” tutupnya. (johara/tha)


Berita Terkait


News Update